Sedangkan jika saat vegetatif, disebut “sundep”.
Penyuluh mengingatkan pentingnya penggunaan insektisida sistemik tepat waktu, sesuai siklus hidup hama.
Banyak petani masih belum memahami perbedaan waktu serangan.
Dalam kunjungan ke sawah Bidin, petani ini menunjukkan dua jenis pupuk cair yang ia gunakan: merah untuk fase vegetatif, dan hijau untuk generatif.
Ini jadi dasar keputusan membuat demplot padi Nutri Zinc.
Baca Juga: 10 Fakta Menarik tentang Sapi yang Jarang Diketahui Orang!
Tantangan Iklim dan Varietas Favorit Petani
Menurut Hafid, iklim Kiarapedes yang lebih dingin membuat durasi tanam lebih lama dibanding di Cikarang.
Jika di dataran rendah bisa 90 hari, di sini bisa lebih dari 100 hari, bahkan membuat padi mudah rebah.
“Kalau di sini, rata-rata ketinggiannya 700 meteran, beda jauh dengan Cikarang yang dekat laut,” tambah Hafid.
Varietas favorit petani saat ini adalah Mekongga, meski pemerintah menyarankan untuk mulai menerapkan varietas Inpari IR Nutri Zinc karena lebih bernutrisi.
Pemerintah Siap Dampingi Petani
BPP Kiarapedes bersama penyuluh dan petugas lapangan berkomitmen untuk terus mendampingi petani, mulai dari budidaya, penyuluhan, hingga sarpras.
“Kami akan terus dampingi petani agar produktivitas terus meningkat,” tegas Korluh Nana Sumarna.
Pendampingan ini juga mencakup edukasi penggunaan pupuk bersubsidi, teknologi, dan pengendalian hama berbasis ekologi.***
Artikel Terkait
Daun Rambutan Berguguran? Ini Penyebab dan Solusinya!
Daun Rambutan Kering dan Seperti Terbakar? Ini 6 Penyebab dan Solusi Praktisnya
Kenapa Daun Rambutan Sering Rontok? Ini Penyebab dan Solusi yang Perlu Diketahui Petani
Penyebab Daun Rambutan Terlihat Seperti Terbakar dan Cara Ampuh Mengatasinya di Musim Kemarau
Sejarah Sapi: Dari Aurochs Liar Menjadi Hewan Ternak Andalan Manusia
Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada Sapi: Ancaman Global dan Inovasi Terkini dalam Pengendalian
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Sapi: Asal Usul, Penularan, dan Strategi Pencegahan
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Sapi: Asal Usul, Penularan, dan Strategi Pencegahan
Kembali ke Alam: Mengapa Pertanian dan Peternakan Harus Terintegrasi Kembali
Jejak Pemisahan dan Jalan Pulang: Masa Depan Pertanian dan Peternakan Terpadu di Indonesia