PURWAKARTA ONLINE – Keputusan mengejutkan datang dari PT Gudang Garam.
Salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia ini sementara menghentikan pembelian bahan baku tembakau dari Temanggung, Jawa Tengah.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan, setelah bertemu dengan manajemen PT Gudang Garam di Kediri.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh anggota DPRD Temanggung dan Komite Pertembakauan Tembakau Temanggung.
Baca Juga: G‑Dragon Comeback, Fans Bahagia! Tiket Ubermensch Sold Out!
Menurut Agus, alasan utama penghentian ini adalah turunnya penjualan rokok di pasar nasional secara signifikan.
Hal itu membuat industri rokok tidak lagi agresif dalam menyerap hasil panen petani tembakau, khususnya dari wilayah Temanggung.
Selain itu, kondisi keuangan perusahaan juga ikut berperan.
“Dulu, saat kondisi bagus, harga saham Gudang Garam sempat menyentuh Rp90 ribu. Tapi sekarang, hanya tinggal Rp9.600,” jelas Agus, Minggu (15/6), dikutip dari Antara.
Baca Juga: Era Baru Dimulai, Final NBA 2025 Menjanjikan Juara Bersejarah!
Penghentian ini tentu menjadi kabar buruk bagi petani Indonesia, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari budidaya tembakau.***
Artikel Terkait
Dampak Sosial Ekonomi Peternakan Domba: Studi Kasus Kelompok Tani Barong Mulya, Desa Pusakamulya, Purwakarta
Model Pengembangan Berkelanjutan dan Kesiapan Peternak Kalkun di Desa Pusakamulya
Model Pengembangan Berkelanjutan Usaha Ternak Kalkun di Desa Pusakamulya: Usulan Strategis untuk Pemberdayaan Peternak
Pengaruh Variabel Lingkungan terhadap Suhu Tubuh Domba: Studi Kasus di Desa Pusakamulya, Purwakarta
Keracunan Tembaga pada Domba: Ancaman Mematikan yang Sering Terabaikan
Presiden Prabowo Dorong Singapura Investasi Pertanian Modern dan Kesehatan Nasional
Menilai Sistem Pendukung Keputusan untuk Peternakan Berkelanjutan: Sebuah Pendekatan Holistik
Menakar Peran Subsektor Peternakan dalam Perekonomian Jawa Barat: Review Data 2020–2023
Koperasi Giri Pusaka Purwakarta, Fokus Pertanian Kopi dan Wisata Hutan
Kacang Sanca Inchi, Superfood Langka yang Mulai Dibudidayakan Petani di Purwakarta