PURWAKARTA ONLINE - Setelah dr. Syahpri diintimidasi hingga diikuti di jalan, PB IDI dan Kemenkes bereaksi tegas. Perlindungan nakes jadi sorotan utama.
Kasus intimidasi terhadap dokter spesialis dr. Syahpri Putra Wangsa di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, terus memicu kegelisahan publik.
Dari desakan melepas masker hingga pengancaman, kini berlanjut ke ancaman saat berkendara.
Intimidasi ini memicu reaksi serius dari kedua institusi medis tertinggi di Indonesia: PB Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Baca Juga: Viral Sekejap! Misteri Link Video Amalia Mutya yang Bikin Warganet Ramai Memburu
1. PB IDI – Serukan Penghormatan Profesi & Beri Pendampingan Hukum
Ketua PB IDI, dr. Slamet Budiarto, menyatakan kecaman keras terhadap perlakuan yang menimpa dr. Syahpri.
“IDI mengutuk lah perlakuan terhadap dokter tersebut… tidak boleh menggunakan kekerasan seperti itu,” tegasnya.
Ia juga menyerukan agar rumah sakit memberikan perlindungan penuh kepada dokter, serta masyarakat yang tidak puas hendaknya menggunakan mekanisme pengaduan resmi, bukan kekerasan.
PB IDI menegaskan akan memberikan pendampingan hukum sampai proses pelaporan selesai.
Baca Juga: Link Video Viral Amalia Mutya Bikin Heboh! Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui
“IDI pasti akan lakukan pendampingan terhadap dokter tersebut… mendampingi untuk melapor ke penegak hukum…” tambah dr. Slamet.
2. Kemenkes – Kecam Keras dan Turunkan Tim di Lokasi
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengecam tindakan kekerasan terhadap tenaga medis tersebut.