Para Baret Merah, Napak Tilas 73 Tahun Kopassus dari Kesko TT hingga Legenda Pasukan Khusus
PURWAKARTA ONLINE, Bandung – Suara derap sepatu lars bergema di lapangan.
Di bawah terik matahari April, puluhan prajurit berbaret merah mengukir sejarah baru: HUT Kopassus ke-73.
Tanggal 16 April bukan sekadar angka—ia adalah saksi bisu kelahiran pasukan elit yang lahir dari rahim perjuangan, dibesarkan oleh rahasia, dan diuji dalam medan yang tak semua orang sanggup melintasinya.
Baca Juga: Tiba-tiba Semua Pertemanan Facebook Kamu Hilang! Begini Ide Gila Mark Zuckerberg
Dari Hutan Burangrang ke Panggung Dunia
Tahun 1952, Kolonel A.E. Kawilarang dan Letkol Slamet Rijadi menghadapi dilema.
Gerakan RMS di Maluku mengajarkan satu pelajaran: Indonesia butuh pasukan khusus yang lincah, brutal, dan tak kenal kompromi.
Maka, dengan dukungan Idjon Djanbi—mantan komando Belanda yang memeluk Islam dan menjadi "bapak" Kopassus—lahirlah Kesko TT III/Siliwangi.
Pelatihan pertama digelar di hutan Gunung Burangrang dan Palabuhan Ratu.
Baca Juga: Shiera Calla Berkostum Pramuka, Viral Video Syur Gadis Remaja SMP di Bandung
Dari 400 pendaftar, hanya 242 yang lulus.
Mereka adalah cikal bakal pasukan komando pertama Indonesia, dengan baret cokelat sebagai identitas awal.
"Kami dilatih seperti binatang buas. Tidur di kubangan, makan ular, dan ditembaki peluru nyata," kenang seorang veteran Kopassus dalam wawancara eksklusif tahun 2020.