• Minggu, 27 November 2022

Sebelum usia pensiun, JHT Pekerja sudah bisa dicairkan!

- Senin, 16 Mei 2022 | 08:23 WIB
Menaker Ida Fauziyah saat menyampaikan pemerintah telah menerbitkan aturan baru terkait klaim JHT yang tertuang dalam Permenaker Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua. (YouTube/Kemnaker RI/Cover Both Side)
Menaker Ida Fauziyah saat menyampaikan pemerintah telah menerbitkan aturan baru terkait klaim JHT yang tertuang dalam Permenaker Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua. (YouTube/Kemnaker RI/Cover Both Side)

Purwakarta Online - Kabar baik seiring dengan Perayaan Hari Buruh Dunia 1 Mei dan Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah, pemerintah akhirnya resmi menerbitkan revisi aturan pelaksana program jaminan hari tua (JHT) pekerja. Setelah pada Februari lalu, pemerintah mendengarkan masukan dari kalangan pekerja, pengusaha, akademisi, maupun lembaga/instansi terkait proses klaim manfaat jaminan hari tua dari iuran Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kebijakan tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, yakni agar pencairan JHT dibuat sederhana dan tidak menyulitkan pekerja yang mengalami PHK. Dengan beleid baru itu, baik pemerintah, pengusaha, maupun pekerja/buruh dapat bersama-sama mewujudkan iklim ketenagakerjaan yang kondusif, sehingga dapat mendorong daya saing nasional.

Pada 26 April 2022, Menaker Ida Fauziyah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 4 tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) sebagai revisi atas Permenaker nomor 2 tahun 2022.

Baca Juga: Freemason arti dalam bahasa indonesia

"Penerbitan aturan yang bertujuan untuk menyederhanakan dan mempermudah proses klaim manfaat JHT ini telah melalui tahapan serap aspirasi publik secara luas," ujar Menaker, dalam keterangan pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Tenaga Kerja, Jumat (29/4/2022).

Adapun sejumlah ketentuan yang diatur dalam Permenaker nomor 4 tahun 2022. Pertama, aturan ini mengembalikan ketentuan yang ada di Permenaker nomor 19 tahun 2015, terutama terkait klaim manfaat JHT bagi peserta yang mengundurkan diri dan peserta terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), yakni manfaat JHT dapat diambil secara tunai dan sekaligus setelah melewati masa tunggu satu bulan.

"(Peserta yang mengundurkan diri atau terkena PHK) tidak perlu menunggu sampai usia 56 tahun untuk mengeklaim JHT," jelas Menaker Ida.

Baca Juga: Wewenang otoritas jasa keuangan

Kedua, persyaratan klaim manfaat JHT yang lebih sederhana. Sebagai contoh, bagi peserta yang mencapai usia pensiun hanya diperlukan dua dokumen, yaitu kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan KTP. Sebelumnya, disyaratkan empat dokumen yaitu kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, KTP, kartu keluarga, dan surat keterangan berhenti bekerja karena usia pensiun.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Impor Barang dari Luar Negeri

Minggu, 27 November 2022 | 07:00 WIB

Cara Mengurus atau Mendapatkan Label SNI

Minggu, 27 November 2022 | 06:00 WIB

Cara Memperoleh Sertifikasi Halal MUI

Sabtu, 26 November 2022 | 22:00 WIB

Cara Mengurus Perizinan Kafe

Sabtu, 26 November 2022 | 21:00 WIB

Cara da syarat menukarkan uang rupiah terbaru!

Sabtu, 26 November 2022 | 20:00 WIB

Cara Investasi Reksa Dana dengan aman untuk Pemula!

Jumat, 25 November 2022 | 20:00 WIB

Cara Beli Surat Utang Negara (SUN) Via Online

Jumat, 25 November 2022 | 19:00 WIB

Semua tentang NPWP Elektronik!

Rabu, 16 November 2022 | 16:00 WIB
X