• Selasa, 16 Agustus 2022

Pekerja kontrak berhak mendapatkan THR

- Kamis, 21 April 2022 | 23:00 WIB
Ilustrasi Tunjangan Hari Raya
Ilustrasi Tunjangan Hari Raya

Purwakarta Online - Tunjangan Hari Raya (THR) selalu jadi pembicaraan hangat saat memasuki bulan suci Ramadhan. Terlebih lagi saat mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Sejak kapan muncul kebijakan THR, kapan THR harus diberikan, berapa besaran THR yang harus dibayarkan perusahaan. Lantas apakah THR hanya untuk pekerja tetap atau termasuk pekerja kontrak.

Berikut Purwakarta Online himpun beberapa informasi dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas.

Sejarah awal THR

Tempo (21/4/2022), melansir dari sptsk-spsi.org, menuliskan bahwa sejarah THR bermula di Indonesia pada 1951. Istilah THR diperkenalkan oleh Perdana Menteri ke-6 Indonesia dari Partai Masyumi, yaitu Soekiman Wirjosandjojo.

Salah satu program kerja yang diusung kabinet Sukiman Suwirjo adalah meningkatkan kesejahteraan para pegawai dan aparatur negara (pamong pradja atau PNS) yaitu tunjangan.

Aturan kapan THR diberikan

Kompas (5/4/2022) juga mengangkat artikel tentang THR, menyebutkan bahwa THR hanya ada di Indonesia. Masih dalam artikel yang sama, merujuk pada Peraturan Menaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, THR adalah wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Baca Juga: THR dan Gaji ke-13 fix ditandatangani Presiden Jokowi!

Pegawai kontrak juga dapat THR

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Analisa Usaha Manggis

Sabtu, 16 Juli 2022 | 04:00 WIB

7 BUMN ini akan dibubarkan!

Jumat, 15 Juli 2022 | 16:54 WIB

Benarkah inflasi di Indonesia terkendali?

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:51 WIB

Upaya OJK jaga stabilitas keuangan

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:41 WIB
X