Baca Juga: Usai Demo Besar Mahasiswa, DPRD Purwakarta Serahkan Aspirasi ke DPR RI Hari Ini
Butuh Ekonomi Restoratif, Bukan Ekstraktif
Menurut Bima, Indonesia perlu segera meninggalkan pola ekonomi ekstraktif. Selama ini, negara gagal menyediakan instrumen seperti konservasi, dana abadi (sovereign wealth fund), maupun kebijakan pencadangan hasil tambang.
Akibatnya, sumber daya habis, sementara masyarakat tidak mendapat manfaat jangka panjang.
Sebagai gantinya, Bima mendorong ekonomi restoratif: model ekonomi yang tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga memperhitungkan keberlanjutan, riset ilmiah, peran masyarakat adat, dan kepentingan lingkungan.
“Cukup sudah dengan ekstraktif. Kita punya pilihan yang lebih baik,” ujarnya penuh penekanan.
Baca Juga: Persib Bandung Kejutkan Bobotoh, Datangkan Striker Prancis Penutup Kuota Pemain Asing
Institusi yang Inklusif untuk Masa Depan
Kunci dari perubahan itu ada pada aturan main yang inklusif.
Artinya, desain ekonomi harus memberi ruang bagi semua kepentingan: pemerintah, pelaku usaha, pengusaha lokal, masyarakat adat, hingga alam itu sendiri.
“Di masa depan, para pengambil kebijakan harus berani menciptakan aturan yang inklusif. Kalau tidak, kita hanya akan terus jadi penonton di tanah sendiri,” tutup Bima.
Baca Juga: Libur Nasional September 2025: Long Weekend Maulid Nabi Muhammad SAW
Ekonomi ekstraktif bikin Indonesia rapuh: harga nikel jatuh, alam rusak, rakyat rugi. Bima Yudhistira ingatkan, sudah waktunya beralih ke ekonomi restoratif yang inklusif dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Karyawan Terjerat Pinjol, Perusahaan Ikut Dikejar Debt Collector! Bennix Bongkar Fakta Ngeri
Terungkap! Banyak Perusahaan Tak Peduli Pasca Training, Gen Z Resah dan Mudah Keluar Ini Solusinya
Danantara dan GEM Teken HoA Investasi Hijau Rp22 Triliun, Siap Bangun Smelter Nikel HPAL
Fakta Mengejutkan! Pertambangan Timur Indonesia Dihantui Isu ESG Meski Ekonomi Melesat
Ekonomi Ekstraktif Indonesia Dorong Krisis Iklim, Risiko Pemanasan Global Kian Nyata
Gila! Danantara Suntik Rp1,5 Triliun untuk Serap Gula Petani, Pemerintah Siap Tindak Mafia Gula
BRI Dorong Swasembada Susu Lewat Program Sapi Merah Putih, Kurangi Impor hingga Jutaan Ton
Strategi Perdagangan Donald Trump Goyang! Pengadilan AS Nyatakan Tarif Impor Ilegal
BRI Dorong UMKM Naik Kelas, 574 Ribu Nasabah KUR Berhasil Tingkatkan Usaha di 2025
Dukungan BRI untuk Pecel Ndoweh Kota Batu: Dari Warung Emperan Saat Pandemi Hingga Jadi Kuliner Ikonik