Ancaman Nyata di Balik Tambang, Indonesia Harus Lepas dari Jerat Ekonomi Ekstraktif

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Selasa, 2 September 2025 | 19:50 WIB
Ekonomi ekstraktif hanya buat Indonesia rapuh: harga tak terkendali, alam rusak (Freepik)
Ekonomi ekstraktif hanya buat Indonesia rapuh: harga tak terkendali, alam rusak (Freepik)

Baca Juga: Usai Demo Besar Mahasiswa, DPRD Purwakarta Serahkan Aspirasi ke DPR RI Hari Ini

Butuh Ekonomi Restoratif, Bukan Ekstraktif

Menurut Bima, Indonesia perlu segera meninggalkan pola ekonomi ekstraktif. Selama ini, negara gagal menyediakan instrumen seperti konservasi, dana abadi (sovereign wealth fund), maupun kebijakan pencadangan hasil tambang.

Akibatnya, sumber daya habis, sementara masyarakat tidak mendapat manfaat jangka panjang.

Sebagai gantinya, Bima mendorong ekonomi restoratif: model ekonomi yang tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga memperhitungkan keberlanjutan, riset ilmiah, peran masyarakat adat, dan kepentingan lingkungan.

“Cukup sudah dengan ekstraktif. Kita punya pilihan yang lebih baik,” ujarnya penuh penekanan.

Baca Juga: Persib Bandung Kejutkan Bobotoh, Datangkan Striker Prancis Penutup Kuota Pemain Asing

Institusi yang Inklusif untuk Masa Depan

Kunci dari perubahan itu ada pada aturan main yang inklusif.

Artinya, desain ekonomi harus memberi ruang bagi semua kepentingan: pemerintah, pelaku usaha, pengusaha lokal, masyarakat adat, hingga alam itu sendiri.

“Di masa depan, para pengambil kebijakan harus berani menciptakan aturan yang inklusif. Kalau tidak, kita hanya akan terus jadi penonton di tanah sendiri,” tutup Bima.

Baca Juga: Libur Nasional September 2025: Long Weekend Maulid Nabi Muhammad SAW

Ekonomi ekstraktif bikin Indonesia rapuh: harga nikel jatuh, alam rusak, rakyat rugi. Bima Yudhistira ingatkan, sudah waktunya beralih ke ekonomi restoratif yang inklusif dan berkelanjutan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X