PURWAKARTA ONLINE - Musim dingin membawa tantangan baru bagi kesehatan global. Human Metapneumovirus (HMPV), virus pernapasan yang mirip flu, kembali melonjak di Tiongkok utara.
Dalam pernyataan resminya, Chinese Center for Disease Control and Prevention memprediksi peningkatan kasus pada anak-anak di bawah usia 14 tahun hingga akhir Februari 2025.
"Infeksi HMPV biasanya menyebabkan gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas. Namun, pada kelompok rentan, gejalanya dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia," ujar Dr. Nurmila, Sp.PD, M.Kes.
Meski bukan virus baru, lonjakan kasus ini memicu kekhawatiran karena rumah sakit di Tiongkok dilaporkan kewalahan menangani pasien dengan gejala mirip flu berat.
HMPV termasuk dalam keluarga Pneumoviridae, mirip dengan Respiratory Syncytial Virus (RSV), tetapi memiliki karakteristik berbeda.
Virus ini menyebar melalui droplet pernapasan, kontak langsung, atau permukaan yang terkontaminasi.
Masa inkubasi virus ini tiga hingga enam hari, dengan gejala yang mirip flu biasa tetapi bisa berakibat fatal pada bayi dan lansia.
Menurut Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM), kasus HMPV juga ditemukan di negara tersebut, dengan 327 sampel positif pada 2024.
Baca Juga: Jadwal dan Link Resmi Pengumuman CPNS 2024
Meskipun tidak wajib dilaporkan, infeksi ini memerlukan kewaspadaan karena sulit dibedakan dari penyakit pernapasan lainnya.
Lonjakan HMPV di Tiongkok terjadi bersamaan dengan meningkatnya kasus Norovirus di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa sistem kesehatan global masih rapuh.
Praktisi kesehatan Kol (Purn) Friedrich M Rumintjap menyebutkan bahwa edukasi kesehatan masyarakat dan sanitasi perlu diperkuat.
"Ini adalah pengingat bahwa ancaman penyakit selalu ada, bahkan untuk virus yang sudah dikenal," tegasnya.