Krisis Kesehatan Global 2025: Lonjakan HMPV di Tiongkok dan Wabah Norovirus di AS Memperlihatkan Sistem Kesehatan Dunia yang Rapuh

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Senin, 6 Januari 2025 | 09:09 WIB
Waspadai wabah virus HMPV (ANTARA)
Waspadai wabah virus HMPV (ANTARA)

PURWAKARTA ONLINE - Pada musim dingin 2025, dunia dihadapkan pada ancaman virus yang kembali memunculkan kekhawatiran.

Lonjakan kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di Tiongkok dan Norovirus di Amerika Serikat memperlihatkan betapa rapuhnya sistem kesehatan global yang selama ini dianggap siap mengatasi pandemi.

Virus HMPV, yang menyerang saluran pernapasan, telah menyebabkan lonjakan kasus penyakit mirip flu berat, terutama di kalangan anak-anak di bawah usia 14 tahun di Tiongkok utara.

Seperti yang dilaporkan, rumah sakit di wilayah tersebut kewalahan menangani pasien dengan gejala-gejala yang mirip dengan flu dan pneumonia, membangkitkan ingatan akan wabah Covid-19 yang melanda dunia beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Profil Alvin Lim, Pengacara Berprestasi yang Tutup Usia karena Penyakit Ginjal

Dr. Friedrich M Rumintjap, seorang praktisi kesehatan, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus HMPV dan Norovirus ini membuktikan ketidakmampuan dunia dalam mengatasi ancaman penyakit yang sebenarnya sudah dikenal.

"Sistem kesehatan global masih sangat rapuh, dan wabah ini menjadi bukti nyata akan hal itu," kata Rumintjap dalam keterangannya, 5 Januari 2025.

HMPV, pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001, adalah virus pernapasan yang dapat menyebabkan gejala ringan seperti batuk, hidung tersumbat, dan kelelahan.

Namun, pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, virus ini bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia.

Baca Juga: Lonjakan Kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di China: Ancaman Baru Infeksi Pernapasan Serius

Meskipun HMPV bukanlah virus baru, lonjakan kasus pada musim dingin ini menciptakan kekhawatiran lebih besar.

Virus ini menyebar melalui droplet pernapasan atau permukaan yang terkontaminasi, dan meskipun kekebalan masyarakat terhadap HMPV cukup baik dibandingkan dengan virus baru seperti Covid-19, musim dingin tetap menjadi faktor utama penyebarannya.

Peningkatan kasus HMPV di Tiongkok yang terjadi pada akhir 2024 telah memicu kekhawatiran tentang potensi penyebarannya ke negara lain, termasuk Indonesia.

Dr. Nurmila, seorang dokter spesialis penyakit dalam, mengingatkan bahwa HMPV dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan serius pada anak-anak dan lansia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X