PURWAKARTA ONLINE - Wabah virus Human Metapneumovirus (HMPV) sedang menjadi perhatian dunia, terutama di China, yang mengalami lonjakan kasus signifikan, terutama di bagian utara negara tersebut.
Meski begitu, Menteri Kesehatan Indonesia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik.
Mereka menyarankan untuk tetap menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih. Namun, ada beberapa fakta penting yang perlu dipahami masyarakat mengenai virus ini.
1. HMPV Bukan Virus Baru
HMPV pertama kali ditemukan pada tahun 2001 dalam jurnal ilmiah yang dilaporkan di Belanda. Sejak saat itu, virus ini telah dilaporkan muncul di berbagai negara, termasuk Norwegia, Rumania, Jepang, dan China.
Prof. Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, mengungkapkan bahwa meskipun baru diidentifikasi pada awal 2000-an, HMPV sebenarnya sudah bersirkulasi selama puluhan tahun.
Dengan kata lain, virus ini bukanlah sesuatu yang baru, meskipun penyebarannya kini semakin meningkat.
2. Kaitan HMPV dengan Virus AMPV pada Hewan
Prof. Tjandra juga menjelaskan bahwa HMPV memiliki hubungan erat dengan Animal Metapneumovirus (AMPV), yang sebelumnya dikenal sebagai Turkey Rhinotracheitis Virus (TRTV) yang ditemukan pada unggas di Afrika Selatan pada tahun 1978.
AMPV memiliki empat subtipe, dan beberapa peneliti memperkirakan HMPV pada manusia merupakan hasil evolusi dari subtipe C AMPV. Ini menunjukkan bahwa meskipun HMPV menyerang manusia, asal-usulnya berhubungan dengan penyakit pada unggas.
Baca Juga: KPK Sita Uang Rp62 Miliar Terkait Dugaan Korupsi Proyek PT PP: Apa yang Terjadi?
3. Tidak Ada Keadaan Darurat di China
Di tengah berita yang beredar, banyak yang menyebut bahwa pemerintah China telah mengumumkan keadaan darurat terkait wabah HMPV. Namun, menurut Prof. Tjandra, klaim tersebut tidak benar.