Arogansi Ajudan Jeje Govinda! Intimidasi terhadap Wartawan di KBB Hambat Kebebasan Pers

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Senin, 17 Maret 2025 | 22:45 WIB
Arogansi ajudan Bupati Jeje Govinda menghambat kebebasan pers di KBB. Wartawan mengeluhkan intimidasi saat meliput kebijakan publik. (AyoBandung.com)
Arogansi ajudan Bupati Jeje Govinda menghambat kebebasan pers di KBB. Wartawan mengeluhkan intimidasi saat meliput kebijakan publik. (AyoBandung.com)

PURWAKARTA ONLINE, KBB - Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah wartawan mengeluhkan tindakan arogan dan intimidatif dari pengawal pribadi (walpri) Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail.

Insiden terbaru terjadi pada acara Bazaar Ramadan di Pelataran Parkir Gedung B, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Senin (17/3/2025).

Deni Supriatna, wartawan Pikiran Rakyat Jabar, menjadi salah satu korban dari sikap arogan tersebut.

Saat hendak melakukan sesi doorstop dengan Bupati Jeje dan Wakilnya, Deni justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang pengawal.

Baca Juga: Deni Ahmad Haedari dan Gerakan Patriot Ketahanan Pangan, Langkah Menuju Kemandirian Pangan Nasional

Padahal, pertanyaan yang diajukan Deni berkaitan dengan penanganan sampah di KBB, sebuah isu yang menyangkut kepentingan publik.

"Sudah-sudah, tidak ada pertanyaan lain, wawancaranya beres," ujar pengawal tersebut dengan nada tegas, sebelum menarik baju Deni dan membawa Bupati serta Wakilnya masuk ke dalam mobil.

Deni mengaku kecewa dengan tindakan tersebut.

"Saya kecewa atas perlakuan ajudan Pak Jeje tadi. Baju saya ditarik saat saya bertanya soal sampah di KBB yang belum tertangani. Ini kan kepentingan publik, kenapa harus arogan? Bisa dijelaskan dengan baik-baik," ujarnya.

Baca Juga: Zakat di Ujung Jari! BRImo Hadirkan Solusi Praktis Bayar Zakat di Bulan Ramadan

Bukan Kasus Pertama

Insiden ini bukanlah yang pertama kali terjadi.

Restu Syauqi, jurnalis ayobandung.com, juga mengalami hal serupa saat meliput penanganan bencana banjir bandang di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, pada Sabtu (15/3/2025) malam.

Restu mengaku mendapat intimidasi dari oknum ajudan yang membatasi waktu wawancara hanya 1-2 menit dan menunjukkan gestur tubuh yang mengintimidasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X