PURWAKARTA ONLINE - Kampung Parakanceuri di Desa Pusakamulya bukan sekadar desa biasa.
Destinasi wisata edukasi ini telah menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara, seperti Australia, Bangladesh, Italia, dan Swiss.
Dengan konsep Edu Wisata, Kampung Parakanceuri tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga pengalaman belajar yang kaya akan budaya, pertanian tradisional, dan sejarah.
Sebagai desa wisata berbasis edukasi, Kampung Parakanceuri sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis proyek.
Baca Juga: Hotman Paris Vs Razman Arif Nasution: Kasus Pencemaran Nama Baik yang Ricuh di Sidang Pengadilan
Desa ini telah menjadi lokasi penelitian bagi berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, hingga Sekolah Tinggi Agama Islam Purwakarta.
Kajian akademik dan penelitian dari mahasiswa serta peneliti semakin memperkaya nilai edukatif desa ini.
Kampung Parakanceuri menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam pengelolaan wisata. Awalnya hanya dikelola oleh 23 orang, kini jumlah pengelola telah bertambah menjadi 25.
Keberadaan desa wisata ini juga berdampak pada ekonomi lokal, memberikan lapangan pekerjaan bagi warga serta menghidupkan kembali budaya dan tradisi yang hampir punah.
Baca Juga: Dispangtan Purwakarta Gelar Pertemuan Bahas Regenerasi Kelompok Tani
Di desa ini, wisatawan dapat mengikuti berbagai pelatihan seperti pertanian tradisional, pengolahan hasil tani, hingga kesenian daerah.
Tradisi dan budaya yang sempat terlupakan kini kembali diangkat, menjadikan Kampung Parakanceuri sebagai pusat kearifan lokal yang tak hanya menarik bagi wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara.
Sejak diresmikan pada 20 Agustus 2020, Kampung Parakanceuri telah menerima lebih dari 3.700 pengunjung dalam satu setengah tahun.
Tak hanya wisatawan umum, desa ini juga sering dikunjungi oleh akademisi serta peneliti dari dalam dan luar negeri.
Baca Juga: Pak Effendi: Suara Rakyat yang Mewakili Kegelisahan Masyarakat di Tengah Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Artikel Terkait
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo: Respons Menteri Gerindra dan Tanggapan Presiden
Hotman Paris Vs Razman Arif Nasution: Kasus Pencemaran Nama Baik yang Ricuh di Sidang Pengadilan
Pak Effendi: Suara Rakyat yang Mewakili Kegelisahan Masyarakat di Tengah Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
FUJIFILM Instax WIDE Evo Resmi Hadir di Indonesia, Hadirkan Fotografi Instan dengan 100 Efek!
Inilah Spesifikasi Kamera Instan Hybrid dengan 100 Efek Kreatif? FUJIFILM Instax WIDE Evo
Pemeran Kang Gobang di Preman Pensiun, Meninggal Dunia, Apa Penyebab Nya?
Dinas Pertanian Purwakarta Dorong Regenerasi Kepengurusan Kelompok Tani
Purwakarta Dorong Regenerasi Kelompok Tani untuk Pertanian Modern
Dispangtan Purwakarta Gelar Pertemuan Bahas Regenerasi Kelompok Tani
Konsolidasi NU Purwakarta, Ajengan Anwar Nasihin: Pengurus Wajib Paham dan Patuhi Aturan!