Warga Purwakarta Banyak Menjadi Pekerja Migran Ilegal, Berujung Masalah - Ini Solusinya!

photo author
Reza Ainudin, Purwakarta Online
- Sabtu, 8 Februari 2025 | 12:35 WIB

PURWAKARTA ONLINE - Pekerja migran Indonesia (PMI) dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus menunjukkan angka yang tinggi.

Namun, mayoritas mereka memilih jalur ilegal untuk merantau ke luar negeri, yang berujung pada berbagai masalah serius.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta, Didi Garnadi, menyebutkan bahwa kondisi ini sangat meresahkan.

Pasalnya, PMI ilegal seringkali menghadapi masalah yang sulit diatasi, seperti penyiksaan, ketidakjelasan upah, hingga kematian.

Baca Juga: TNI AD Ubah Lahan Bekas Kebun Karet di Purwakarta Jadi Kawasan Agroforestry untuk Ketahanan Pangan

Permasalahan yang Dihadapi PMI Ilegal

Pada tahun 2024, tercatat ada 22 kasus PMI ilegal yang bermasalah, dengan mayoritas bekerja di negara-negara jazirah Arab dan Malaysia.

Sebagian besar masalah yang mereka hadapi melibatkan upah yang tak dibayar, pelecehan seksual, serta penganiayaan oleh majikan.

Bahkan, ada dua PMI yang meninggal dunia, sementara beberapa lainnya pulang dengan kondisi fisik yang permanen cacat.

Menurut Didi Garnadi, upaya penyelesaian kasus PMI ilegal sangat terbatas karena mereka tidak terdata dengan baik.

"Kami baru tahu kalau ada masalah setelah PMI ilegal ini sudah berada dalam kesulitan. Proses pemulangan pun memerlukan waktu dan usaha ekstra," ujarnya.

Baca Juga: Film A Business Proposal Sepi Penonton, Apa Penyebabnya?

Mengapa PMI Purwakarta Masih Menggunakan Jalur Ilegal?

Meskipun pemerintah daerah telah menyediakan jalur resmi untuk bekerja ke luar negeri, banyak warga Purwakarta yang nekat memilih jalur ilegal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Reza Ainudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X