Biasanya, ia bisa dengan mudah mendapatkan pasokan gas elpiji 3 Kg, namun kini pengiriman gas terhambat.
"Sudah beberapa hari ini saya pesan gas, tapi belum juga datang," ujarnya.
LSM BASMI Kritik Kebijakan Pemerintah
Kritikan juga datang dari LSM Barisan Semut Merah Indonesia (BASMI).
Chakuk Tagok, Kepala Divisi Investigasi dan Informasi DPP BASMI Jabar, menilai kebijakan ini menyulitkan masyarakat.
Sebelum kebijakan tersebut, gas elpiji 3 Kg mudah didapat dengan harga terjangkau.
"Kini, masyarakat kesulitan mendapatkan gas elpiji, terutama di warung-warung sekitar tempat tinggal mereka," ujar Tagok.
Baca Juga: Konsolidasi PCNU Purwakarta di Wanayasa, Kyai Anwar Nasihin: Perkuat Struktur!
Harapan LSM untuk Pemerintah
LSM BASMI berharap pemerintah lebih mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi sebelum mengambil kebijakan.
"Sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, kebijakan harus menguntungkan dan mensejahterakan rakyat," tegas Tagok.
Kebijakan ini memang menimbulkan keresahan di masyarakat.
Masyarakat berharap agar pemerintah bisa mengevaluasi aturan tersebut demi kemudahan dan kesejahteraan rakyat.***
Artikel Terkait
Dampak Penemuan Cadangan Minyak dan Gas Bumi di Bekasi: Bagaimana Kompensasi bagi Warga?
Pertamina Temukan Cadangan Minyak dan Gas Bumi di Bekasi: Jangan Sampai Menyusahkan Warga Setempat!
Kebocoran Pipa Gas di PT Pindo Deli 2 Picu Keracunan Warga di Karawang
Timnas Indonesia: Cedera Pemain Bukan Halangan, Tetap Gas Pol!
Prabowo Tancap Gas di Hari Pertama, Umumkan Kabinet Merah Putih
Prabowo Langsung Tancap Gas, Umumkan Kabinet Merah Putih di Hari Pertama
Warga Purwakarta Kelimpungan! Gas Elpiji 3 Kg Langka, Pedagang Terancam Tak Bisa Jualan
Panduan Lengkap Pendaftaran Sebagai Pangkalan Gas Elpiji 3kg untuk Pengecer
Warga Purwakarta Kesulitan Gas Elpiji 3 Kg, Pangkalan Juga Kosong
Purwakarta Darurat! Kasus DBD Melonjak, Gas LPG 3 Kg Langka, Warga Menjerit!