Pedagang dan LSM Kritik Kebijakan Gas 3 Kg di Purwakarta, Menyulitkan Rakyat!

photo author
Adi Mulyadi, Purwakarta Online
- Rabu, 5 Februari 2025 | 14:05 WIB
Ilustrasi pedagang Kaki Lima (istimewa)
Ilustrasi pedagang Kaki Lima (istimewa)

PURWAKARTA ONLINE - Sejumlah pedagang dan masyarakat di Purwakarta, Jawa Barat, mengeluhkan kebijakan pemerintah yang melarang penjualan gas elpiji 3 Kg di pengecer.

Mereka merasa kebijakan ini semakin menyulitkan, terutama bagi pedagang makanan dan ibu rumah tangga.

Sebelumnya, gas elpiji 3 Kg dapat dengan mudah dibeli di warung atau toko kelontong terdekat.

Baca Juga: Hailuo AI, Platform AI Canggih yang Bisa Bikin Video Kungfu dari Foto

Namun kini, untuk membeli gas tersebut, masyarakat harus pergi ke pangkalan dan rela mengantri berjam-jam.

Bahkan, tidak jarang stok gas elpiji habis, seperti yang terjadi di Kecamatan Bojong dan Darangdan, pada Selasa (4/2/2025).

Pedagang Bakso: "Antri di Pangkalan Sudah Penuh"

Bejo, seorang pedagang bakso di Kecamatan Bojong, mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 Kg.

Baca Juga: Truk Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi, 8 Orang Tewas

Ia telah berkeliling dari satu warung ke warung lain, namun gas elpiji kosong.

"Saya bingung, harus ke mana lagi. Antri di pangkalan saja sudah panjang," keluhnya.

Warung Manisan Tak Kembali Terima Pengiriman Gas

Sementara itu, Bu Iis, pemilik warung manisan di Darangdan, baru mengetahui adanya aturan ini.

Baca Juga: Truk Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi, 8 Orang Tewas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adi Mulyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X