Lala Nikmah, juru bicara Hotel Aruss, menegaskan bahwa reservasi kamar dan acara tetap berjalan normal.
“Tamu-tamu yang sudah memesan tetap menginap tanpa ada pembatalan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa manajemen berkomitmen untuk mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Virus Human Metapneumovirus (HMPV): Apa Itu, Gejala, dan Cara Pencegahannya
Fakta di Balik Penyitaan
Selain dugaan aliran dana judi online, PT Arta Jaya Putra juga dikenal aktif dalam proyek pemerintah melalui LPSE.
Perusahaan ini menawarkan layanan akomodasi untuk kegiatan MICE serta program CSR di sekitar Semarang.
Namun, penyitaan ini mengungkap sisi lain dari aktivitas bisnis mereka.
Penyelidikan Bareskrim Polri akan menentukan langkah selanjutnya terkait status Hotel Aruss.
Dampak pada Operasional
Hotel berbintang empat ini tetap melayani tamu dengan tingkat okupansi 80%.
“Kami pastikan layanan tetap optimal meski ada proses hukum,” kata Lala.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 97 Purwakarta Libatkan 6 Kendaraan
Kasus ini menjadi perhatian besar karena melibatkan nama besar di dunia properti Semarang.
Bagaimana kelanjutan nasib Hotel Aruss?
Artikel Terkait
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 97 Purwakarta Libatkan 6 Kendaraan
Pesan Shin Tae-yong Setelah Pemutusan Kontrak dengan PSSI
Hotel Aruss Semarang Disita Bareskrim, Diduga Terkait Pencucian Uang Judi Online
Shin Tae-yong Dipecat, Media Korea Bereaksi Keras!
Virus Human Metapneumovirus (HMPV): Apa Itu, Gejala, dan Cara Pencegahannya
Kisah Seru Vincent Kosasih dan Nita Vior Setelah Sebulan Menikah
Baby Putie Hoodie Pink Viral di Twitter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Renovasi Kantor Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta, Fondasi Baru Perjuangan Buruh
Protes Damai di Batam, Buruh Desak Penetapan UMSK 2025
Perusahaan Dibalik Hotel Aruss Semarang, yang Disita Diduga Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang