Wabah PMK di Purwakarta, Langkah Cepat Diskanak untuk Cegah Penyebaran

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Senin, 6 Januari 2025 | 19:02 WIB
Ilustrasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Wabah PMK mulai mengancam Purwakarta. Diskanak bergerak cepat dengan edukasi, desinfeksi, dan pengawasan lalu lintas ternak. (Istimewa)
Ilustrasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Wabah PMK mulai mengancam Purwakarta. Diskanak bergerak cepat dengan edukasi, desinfeksi, dan pengawasan lalu lintas ternak. (Istimewa)

PMK adalah penyakit yang disebabkan oleh virus sangat menular.

Gejalanya meliputi pincang akibat luka pada kuku, luka di mulut atau gusi, serta penurunan kondisi fisik yang cepat.

Dalam kasus parah, virus ini dapat merusak organ dalam seperti paru-paru, usus, dan hati dalam waktu kurang dari seminggu.

“Kerugian ekonomi akibat PMK sangat besar. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan ternak dengan gejala PMK,” tegas Wini.

Ternak yang terindikasi harus segera dikarantina selama 14 hari.

Selain itu, pemberian vitamin herbal seperti air kunyit juga dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak.

Baca Juga: Belum Dilantik, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein Serangan Jantung!

Pasar Hewan dengan Risiko Tinggi

Sebagai tempat transaksi ternak, Pasar Hewan Ingon-ingon memiliki risiko tinggi dalam penyebaran PMK.

Untuk itu, Diskanak memperkuat biosekuriti di pasar ini.

Poster edukasi dan penyemprotan desinfektan rutin menjadi langkah utama yang dilakukan.

Wini berharap masyarakat tetap waspada dan tidak ragu untuk berkoordinasi dengan Diskanak.

“Dengan kerja sama semua pihak, kita bisa mencegah penyebaran PMK ini,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X