Polda Gorontalo Turun Tangan Setelah Pemilihan Trans Queen Viral!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Sabtu, 14 September 2024 | 10:05 WIB
Vania (topi putih, bukan nama asli), bersama rekannya saat memberikan klarifikasi perihal acara Trans Queen Gorontalo, Jumat 13 September 2024 (Sumiyati/hulondalo.id)
Vania (topi putih, bukan nama asli), bersama rekannya saat memberikan klarifikasi perihal acara Trans Queen Gorontalo, Jumat 13 September 2024 (Sumiyati/hulondalo.id)

Penolakan dari KAHMI Kota Gorontalo

Sementara itu, penolakan terhadap acara pemilihan Trans Queen Gorontalo juga datang dari Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Gorontalo.

Dalam surat pernyataan sikap resmi yang ditandatangani oleh Ketua Kristina Muhammad Udoki dan Sekretaris Noldi, KAHMI secara tegas menolak pelaksanaan acara tersebut.

Baca Juga: Habib Hanif Kuliti Guru Gembul! Ternyata Guru Gembul Berbenturan dengan Fakta, Data, dan Jurnal Ilmiah

Surat pernyataan KAHMI mencakup beberapa poin utama, antara lain:

  1. Kebebasan Berserikat dan Berbudaya: KAHMI mengakui hak berkumpul dan berserikat sebagai hak konstitusi namun menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek budaya dan agama di Indonesia yang dapat menghindari konflik sosial.
  2. Penolakan Berdasarkan Nilai Agama dan Kearifan Lokal: Penolakan ini berdasarkan ajaran agama dan etika moral yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Gorontalo, dengan filosofi adat "Adat Bersendi Syara', Syara' Bersendi Kitabullah".
  3. Himbauan untuk Tidak Menyebarkan Paham LGBT: KAHMI meminta agar pelaku dan pendukung LGBT tidak menyebarkan ideologi atau perilaku terkait LGBT.
  4. Menjaga Harmoni Sosial: Masyarakat diimbau untuk tidak bertindak diskriminatif dan menyerahkan penanganan masalah ini kepada pemerintah serta pihak berwenang.
  5. Pencegahan LGBT di Tingkat Pemerintah: KAHMI meminta pemerintah daerah untuk melakukan upaya preventif guna mencegah LGBT diterima secara luas di masyarakat.
  6. Peran Ulama dan Ormas Islam: KAHMI juga mengajak ulama dan ormas Islam untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya LGBT.

Baca Juga: Guru Gembul Bersumpah Demi Allah! Kritik Tajam Polemik Nasab Habib Ba'alawi

Penolakan Serius!

Dengan segala dinamika yang terjadi, baik dari reaksi netizen maupun tindakan kepolisian dan pernyataan KAHMI, jelas bahwa pemilihan Trans Queen Gorontalo telah memicu diskusi yang mendalam mengenai norma sosial, hukum, dan budaya di daerah tersebut.

Langkah-langkah yang diambil oleh pihak kepolisian dan reaksi dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan kepatuhan terhadap norma serta nilai-nilai yang berlaku.

Tetaplah terhubung dengan berita terbaru dan update dari Gorontalo, dan jangan lupa untuk tetap mengikuti perkembangan terkini mengenai isu-isu penting yang mempengaruhi masyarakat kita.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X