PURWAKARTA ONLINE - Harga jual sayur dipengaruhi oleh permintaan pasar dan ketersediaan barang.
Ketika permintaan tinggi tetapi stok sedikit, harga otomatis naik.
Petani bisa memanfaatkan pola ini dengan berbagai strategi, seperti melawan arus musim dan sistem tumpang sari.
Baca Juga: PERSIB Taklukkan Malut United 2-0 di GBLA, Hodak Soroti Performa Pemain Cadangan
1. Melawan Arus Musim
Melawan musim jadi tantangan besar, tapi hasilnya sepadan.
Contohnya, saat musim kemarau, banyak petani enggan menanam karena sulitnya air.
Namun, dengan sistem irigasi drip tetes, petani bisa tetap bertanam secara efisien.
Sistem ini hanya mengalirkan air ke titik tanaman, sehingga hemat air dan efektif.
Ketika hasil panen sedikit di pasaran, peluang mendapat harga mahal pun meningkat.
Baca Juga: WhatsApp Tingkatkan Fitur Panggilan Grup untuk Liburan Akhir Tahun
2. Manfaatkan Sistem Tumpang Sari
Teknik tumpang sari memungkinkan petani menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan.
Ini mengurangi risiko kerugian karena setidaknya satu atau dua tanaman bisa mendapat harga tinggi.