Yenny Wahid, Kisah Wartawan Pemberani yang Bertahan di Tengah Konflik Timor Timur dan Aceh

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Senin, 3 Maret 2025 | 18:00 WIB
Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid wartawan pemberani yang meliput konflik Timor Timur dan Aceh, serta Reformasi 1998. (balisharing.com)
Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid wartawan pemberani yang meliput konflik Timor Timur dan Aceh, serta Reformasi 1998. (balisharing.com)

Baca Juga: Keputusan Berani Bojan Hodak, Persib Malah Kebobolan Tiga Gol

Karir jurnalistik Yenny tidak berlangsung lama.

Setelah ayahnya, Gus Dur, terpilih sebagai Presiden RI ke-4, Yenny memutuskan untuk berhenti dari dunia jurnalistik dan fokus mendampingi ayahnya.

Ia kemudian diangkat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih banyak dihabiskan untuk mendukung perjuangan politik Gus Dur.

Meski karir jurnalistiknya relatif singkat, jejak Yenny Wahid sebagai wartawan pemberani tetap dikenang.

Baca Juga: Geely EX5 Tembus 1.000 Pesanan, Siap Bangun Pabrik Mobil Listrik di Purwakarta

Dedikasinya dalam meliput konflik dan situasi kritis menunjukkan bahwa ia tidak hanya mewarisi semangat ayahnya dalam memperjuangkan demokrasi, tetapi juga memiliki integritas tinggi sebagai seorang jurnalis.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X