Banyak perkebunan diambil alih oleh Jepang selama pendudukan, dan setelah itu oleh petani lokal.
Kini, 92% produksi kopi dikelola oleh petani kecil dan koperasi.
Ironisnya, sebagian besar kopi terbaik Indonesia diekspor, sementara masyarakat lokal lebih sering mengonsumsi kopi kualitas dua.
Baca Juga: Merembet Ke Kasus Pagar Laut, Video Viral Hormat ke Aguan, Istana Angkat Suara, Selengkapnya!
Meskipun begitu, budaya minum kopi tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Dari kopi tubruk hingga kopi susu kekinian, kopi telah menjadi simbol persahabatan, relaksasi, dan kreativitas.***
Artikel Terkait
Disporaparbud Purwakarta Janjikan Hajat Tani Kopi Jadi Agenda Tahunan
Hajat Tani Kopi Keren, Waketu KTNA Kiarapedes: Seperti Mimbar Sarasehan!
Zaenx: Hajat Tani Kopi, Gebrakan Besar untuk Petani Desa Pusakamulya
Hadjat Tani Kopi di Wisata Ujung Aspal, Pasir Langlang Panyawangan, Purwakarta: Kolaborasi Perhutani untuk Pemberdayaan Lahan Kopi
Program Desa Brilian, BRI Bentuk Kluster Kopi dan Teh Rakyat di Pusakamulya
BRIncubator Angkat Kopi Barong Mulya, Petani Desa Pusakamulya Siap Tembus Pasar Global!
BRI Dorong Kluster Kopi Pusakamulya Menuju Desa Brilian
Pimpinan BRI Purwakarta Masuk Kebun, Tinjau Langsung Kluster Kopi di Pusakamulya
Zaenx Apresiasi Dukungan BRI untuk Petani Kopi Desa Pusakamulya
Kluster Kopi Pusakamulya Dapat Suntikan Semangat dari BRI Purwakarta