PURWAKARTA ONLINE – Tradisi adat Sunda Mitembeyan kembali digelar di Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.
Rabu (27/8/2025), ritual sakral yang menjadi tanda dimulainya musim tanam ini dilaksanakan dengan penuh kebersamaan.
Kali ini, fokus utama adalah penanaman jagung hibrida sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan.
Acara yang berlangsung di Blok Pareang, Desa Kiarapedes, ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting.
Baca Juga: 279 Formasi Lowongan Kerja di Job Fair Polres Purwakarta 2025, Warga Antusias!
Kapolsek Kiarapedes IPDA Nopian Pirmansyah, SH MH, hadir bersama Camat Kiarapedes H. Helmi Setiawan, AP MM, Kepala Desa Kiarapedes Eden Sudana, SS, Danramil, BPP Kiarapedes, hingga perwakilan petani, Poktan, KWT, serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Pada tahap awal, lahan yang ditanami mencapai 1,2 hektare di kawasan LBS.
Namun, target besar telah disiapkan, penanaman jagung hibrida hingga 15 hektare di lahan LBS maupun non-LBS.
Baca Juga: Head to Head PERSIB vs Borneo FC: Siapa Lebih Unggul Jelang Duel Panas di GBLA?
Fokus di Tiga Desa Potensial
Koordinator Penyuluh Pertanian (Korluh) Kecamatan Kiarapedes, Nana Sumarna, SP MP, menyampaikan bahwa program ini akan dipusatkan di tiga desa dengan potensi lahan tegalan luas.
“Selain Desa Kiarapedes ini, tiga desa yang kita fokuskan adalah Margaluyu, Taringgul Landeuh, dan Mekarjaya. Ketiganya punya lahan yang sangat cocok untuk jagung hibrida,” ujarnya.
Meski begitu, Nana menegaskan desa lain juga dapat berpartisipasi dalam program ini.
Sosialisasi khusus akan digelar akhir Agustus dengan mengundang seluruh kelompok tani di Kiarapedes.