Kemudian bandar, atau pengepul pun kesulitan menjemur cengkeh karena banyaknya cengkeh basah yang ia beli dari petani. Mereka biasanya mengeluarkan biaya tambahan untuk menjemur cengkeh, yaitu biaya untuk pekerja khusus penjemuran cengkeh, juga biasanya menyewa lapangan, membeli terpal, karung, peralatan, gudang hingga mobil pengangkut.
Baca Juga: Layani 34,7 Juta Debitur UMKM, Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Kredit Rp631,9 Triliun
Memang ada teknologi yang menjadi solusi menjemur cengkeh saat cuaca banyak hujan, yaitu mesin pengering. Tetapi masalahnya, sedikit sekali petani yang memiliki mesin ini di Kabupaten Purwakarta.
Ditambah lagi, konon, cengkeh yang dikeringkan dengan mesin kualitasnya tidak sebaik cengkeh yang dijemur matahari. Dilematis ya?***
*Ditulis oleh Enjang Sugianto, Anggota Kelompok Tani Barong Mulya. Pernah belajar di Polytechnic Education Development Center for Agriculture (PEDCA) Universitas Padjadjaran.