Purwakarta Hujan Setiap Hari, 'Untung' Panen Cengkeh sedang Tidak Bagus

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 08:47 WIB
Bunga cengkeh siap panen di kaki Gunung Parang Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Foto diambil pada Kamis, 19 Juni 2025. (Foto: PURWAKARTA ONLINE/Enjang Sugianto)
Bunga cengkeh siap panen di kaki Gunung Parang Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Foto diambil pada Kamis, 19 Juni 2025. (Foto: PURWAKARTA ONLINE/Enjang Sugianto)

Kemudian bandar, atau pengepul pun kesulitan menjemur cengkeh karena banyaknya cengkeh basah yang ia beli dari petani. Mereka biasanya mengeluarkan biaya tambahan untuk menjemur cengkeh, yaitu biaya untuk pekerja khusus penjemuran cengkeh, juga biasanya menyewa lapangan, membeli terpal, karung, peralatan, gudang hingga mobil pengangkut.

Baca Juga: Layani 34,7 Juta Debitur UMKM, Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Kredit Rp631,9 Triliun

Memang ada teknologi yang menjadi solusi menjemur cengkeh saat cuaca banyak hujan, yaitu mesin pengering. Tetapi masalahnya, sedikit sekali petani yang memiliki mesin ini di Kabupaten Purwakarta.

Ditambah lagi, konon, cengkeh yang dikeringkan dengan mesin kualitasnya tidak sebaik cengkeh yang dijemur matahari. Dilematis ya?***

*Ditulis oleh Enjang Sugianto, Anggota Kelompok Tani Barong Mulya. Pernah belajar di Polytechnic Education Development Center for Agriculture (PEDCA) Universitas Padjadjaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:25 WIB
X