Kemudian bandar, atau pengepul pun kesulitan menjemur cengkeh karena banyaknya cengkeh basah yang ia beli dari petani. Mereka biasanya mengeluarkan biaya tambahan untuk menjemur cengkeh, yaitu biaya untuk pekerja khusus penjemuran cengkeh, juga biasanya menyewa lapangan, membeli terpal, karung, peralatan, gudang hingga mobil pengangkut.
Baca Juga: Layani 34,7 Juta Debitur UMKM, Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Kredit Rp631,9 Triliun
Memang ada teknologi yang menjadi solusi menjemur cengkeh saat cuaca banyak hujan, yaitu mesin pengering. Tetapi masalahnya, sedikit sekali petani yang memiliki mesin ini di Kabupaten Purwakarta.
Ditambah lagi, konon, cengkeh yang dikeringkan dengan mesin kualitasnya tidak sebaik cengkeh yang dijemur matahari. Dilematis ya?***
*Ditulis oleh Enjang Sugianto, Anggota Kelompok Tani Barong Mulya. Pernah belajar di Polytechnic Education Development Center for Agriculture (PEDCA) Universitas Padjadjaran.
Artikel Terkait
Inovasi Matcha Khas Purwakarta, Kolaborasi Petani Muda hingga Dukungan Agribisnis Lokal
Matcha: Teh Hijau Premium yang Mulai Diproduksi Petani Inovatif Asal Purwakarta
Petani Purwakarta Tutup Kebun Teh, Strategi Rahasia Bikin Matcha Lokal Kualitas Tinggi
Matcha Khas Purwakarta Mulai Diracik, Inovasi Petani Muda Bangkitkan Teh Lokal
Purwakarta Siap Punya Matcha Sendiri, Petani Teh Lakukan Inovasi demi Bertahan di Tengah Krisis
Apa Bedanya Matcha dan Teh Hijau Biasa? Petani Teh Purwakarta Ungkap Proses Khusus Produksi Matcha
Inovasi Matcha Khas Purwakarta, Upaya Anak Muda Selamatkan Pertanian Teh yang Terancam
Rahasia di Balik Matcha Purwakarta, Inovasi Pucuk Teh Lokal
Inovasi Matcha Khas Purwakarta, Ciptakan Produk Unggulan demi Selamatkan Pertanian Teh Lokal
Apa Kabar Usaha Tani Teh di Purwakarta?