pertanian

Penggerek Batang Jadi Ancaman Utama Petani di Kiarapedes, Penyuluh dan POPT Lakukan Demplot

Jumat, 13 Juni 2025 | 14:13 WIB
Tanaman padi terkena serangan hama penggerek batang (bebeluk). Foto diambil di sawah yang digarap oleh Bidin di Kelompok Tani Barong Mulya, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta (Jumat, 13/6/2025). (Dok. PURWAKARTA ONLINE/Enjang Sugianto)

Beberapa petani memilih merontok padi secara manual (gebot) agar buruh tani tetap mendapat pekerjaan, meski sebenarnya tersedia mesin perontok modern.

Sawah di Kiarapedes juga unik karena bertingkat (terasering), sehingga hanya bisa dikelola dengan traktor berukuran kecil 5,5 hingga maksimal 6,5 VK.

Serangan Tikus dan Tantangan Tanam Serempak

Selain penggerek batang, serangan hama tikus juga dilaporkan terjadi di Desa Ciracas dan Mekarjaya.

Hafid menyarankan metode pengasapan (empos) sebagai cara paling efektif.

“Kalau diracun, tikus bisa makin agresif, apalagi kalau temannya mati. Mereka punya karakter seperti preman,” ujarnya.

Baca Juga: Pergeseran Tanah Rusak 45 Rumah di Cigintung Purwakarta, Jalan Utama Terputus, Warga Mengungsi

Tantangan lain adalah kurangnya kekompakan tanam di antarpetani.

Hal ini menyebabkan efektivitas pengendalian hama jadi lemah.

“Kalau tanam tidak serempak, hama mudah menyebar. Kami harap petani mulai menyadari pentingnya tanam serentak,” tambah Nana.

Serangan penggerek batang menjadi perhatian serius bagi pertanian di Kecamatan Kiarapedes.

Kolaborasi antara petugas POPT, penyuluh, dan petani terus dilakukan untuk mengatasi tantangan ini.

Melalui demplot, edukasi, dan pemanfaatan teknologi yang tepat, diharapkan produktivitas padi dapat terus meningkat.***

Halaman:

Tags

Terkini

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:25 WIB