Kenapa Banyak Anak Muda di Purwakarta Ogah Bertani? Ini 5 Alasan Nyatanya

photo author
Ichwansyah Wiradimadja, Purwakarta Online
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 01:20 WIB
Petani milenial Purwakarta, Ichwansyah Wiradimadja, yang mengenakan batik saat bekerja memetik teh di kebunnya, spesial Hari Batik Nasional. (dok. Purwakarta Online)
Petani milenial Purwakarta, Ichwansyah Wiradimadja, yang mengenakan batik saat bekerja memetik teh di kebunnya, spesial Hari Batik Nasional. (dok. Purwakarta Online)

Petani di Kelompok Tani Barong Mulya Purwakarta, Ichwansyah Wiradimadja alias Ageung menguji coba gagasan Pemeliharaan Tanaman Cabe dengan interval 10 hari.
Petani di Kelompok Tani Barong Mulya Purwakarta, Ichwansyah Wiradimadja alias Ageung menguji coba gagasan Pemeliharaan Tanaman Cabe dengan interval 10 hari. (Foto: Kelompok Tani Barong Mulya)

Bertani Bisa Jadi Profesi Masa Depan!

- Indonesia butuh regenerasi petani: Tahun 2030, lebih dari 60% petani kita akan pensiun.

- Bisnis pangan tak akan mati, bahkan makin potensial dengan tren organik dan urban farming

- Anak muda bisa bikin pertanian jadi konten menarik (YouTube, TikTok, blog)

Kesimpulan:

Petani bukan profesi jadul, tapi profesi strategis. Tantangannya ada pada cara penyampaian, sistem dukungan, dan perubahan mindset. Yuk, bantu ubah pandangan negatif tentang bertani mulai dari media, sekolah, hingga komunitas!***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ichwansyah Wiradimadja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:25 WIB
X