Antara Gempita Riyadh dan Mimpi Kawasaki Frontale: Kisah Epik Final ACL 2025 yang Mengundang Senyum

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 22:19 WIB
Momen emosional Kawasaki Frontale di Final ACL 2025, dari riuh Jeddah hingga (Ig@alahliclub.sa)
Momen emosional Kawasaki Frontale di Final ACL 2025, dari riuh Jeddah hingga ([email protected])

Purwakarta Online - Ketika stadion King Abdullah Sports City di Jeddah menggema saat Galeno melewati Louis Yamaguchi menit ke‑35.

Dalam hal ini tak banyak yang menyangka kisah Kawasaki Frontale akan yang segugup itu berakhir di ambang mimpi besar.

Tapi sebelum tawa mengeras jadi tepuk tangan atau kekecewaan, mari selami kisah di balik layarnya.

Perjuangannya penuh tikungan dramatis, humor yang bikin senyum, dan insight mendalam tentang strategi tim Jepang satu ini.

Baca Juga: Syarat Penerima BSU 2025 Rp600 Ribu, Tidak Sedang Terima PKH atau Bansos Lain!

Pada semifinal kontra Al‑Nassr, Kawasaki berhasil mengalahkan tim yang punya Cristiano Ronaldo, Sadio Mané, even Marcelo Brozović dan Aymeric Laporte — dengan skor 3‑2 

“Kita tahu jika main sebagai tim, kita punya peluang besar,” ujar bek Sai van Wermeskerken, optimistis jelang final.

Kawasaki jadi satu‑satunya wakil Asia Timur yang tembus empat besar ACL Elite, membendung tsunami klub Arab Saudi.

Usai pertandingan dramatis, suasana ruang ganti pun jadi momen tak terlupakan.

Baca Juga: Kawasaki Frontale Kini Jadi Monster Asia: Dari Underdog J-League ke Final ACL, Ada Momen ‘Video Game’ Ronaldo!

Salah satu pemain veteran sempat bilang sambil tertawa, “Dengan level drama di Jeddah, kita hampir butuh baju tahan api!” improvisasi humor Jepang untuk meredakan ketegangan.

Pertandingan final (3 Mei 2025) dimulai ideal: Yamaguchi tampil heroik, Marcinho punya peluang—tapi Galeno membuka skor lewat tendangan melengkung menit 35, setelah serangan balik cepat dari Firmino.

Empat menit kemudian, Franck Kessie menyambut umpan silang Firmino via sundulan tajam: 2‑0 untuk Al‑Ahli.

Pelatih Hasebe menyatakan “Kesalahan umpan dan cedera Miura jadi momen kunci. Harusnya saya subs, tapi terlambat,” akunya penuh penyesalan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X