Dibentuklah Kesko TT III/Siliwangi pada 16 April 1952, dengan Mayor Moch Idjon Djanbi, mantan komando Belanda yang masuk Islam, sebagai pelatih pertama.
Sejarah mencatat, hanya 242 dari 400 calon prajurit yang lulus pelatihan kejam di Gunung Burangrang dan Nusakambangan.
Mereka menjadi cikal bakal pasukan yang kelak menumpas DI/TII, mengamankan Trikora, hingga operasi anti-teror seperti pembebasan sandera Woyla (1981).
Tema "Profesional, Modern, Adaptif" bukan tanpa alasan.
Di era hybrid warfare, Kopassus terus berbenah dari integrasi teknologi drone hingga peningkatan kemampuan cyber.
Namun, roh "Taqwa" tetap menjadi fondasi, seperti terlihat dalam ritual spiritual prajurit sebelum misi.
Baca Juga: Game Bisnis Online Gratis untuk Anak, Solusi Nyata Ajarkan Investasi dan Mindset Kaya Sejak Dini!
Di ulang tahun ke-73 ini, Kopassus kembali diingatkan bahwa reputasi dibangun bukan hanya dengan senjata, tetapi juga kesetiaan pada konstitusi dan nilai-nilai ilahi.***