- Praktik:
Buat daftar singkat (mis. 6 poin) yang harus dipenuhi sebelum membeli — valuasi, likuiditas, skenario risiko, ukuran posisi, exit plan, dan sumber pendanaan. Hanya beli jika mayoritas terpenuhi.
- Mengapa efektif:
Checklist memaksa berpikir sistematis dan mengurangi bias konfirmasi.
Baca Juga: Trump Perketat Izin Kerja Migran: Aturan Baru Memicu Kekhawatiran
3. Batasi ukuran posisi berdasarkan risiko, bukan insting
- Praktik:
Tentukan aturan sederhana maksimal 2–5% dari portofolio untuk ide spekulatif, 10–20% untuk posisi inti tergantung toleransi.
- Mengapa efektif:
Mengurangi tekanan emosional saat pasar bergejolak.
4. Tulis jurnal keputusan investasi
- Praktik:
Catat alasan pembelian, sumber informasi utama, dan ekspektasi. Tinjau setiap 3 bulan.
- Mengapa efektif:
Jurnal mengungkap pola emosional dan meningkatkan akurasi penilaian di masa depan.
5. Cari bukti yang menentang (seek disconfirming evidence)
- Praktik:
Ketika membaca opini bullish, secara aktif cari analisis bearish dan tulis tiga argumen terkuat yang menentang.
- Mengapa efektif:
Melawan bias konfirmasi dan membantu melihat risiko yang terabaikan.
Baca Juga: Harga Perak Pecah! Laba Melonjak dan Peluang Investasi Menggoda Tahun Ini
6. Terapkan aturan otomatisasi (dolar-cost averaging atau auto-invest)
- Praktik:
Alokasikan porsi rutin (mis. bulanan) ke instrumen inti sehingga emosi tidak menentukan waktu masuk.