Teguh Aprianto, seorang pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, turut memberikan analisis.
Ia awalnya enggan berkomentar karena merasa data yang diklaim tidak meyakinkan.
Baca Juga: Buruh Purwakarta Bersatu, FSPMI Ultimatum Pemerintah Soal UMSK
Setelah tenggat waktu penebusan terlewat, Teguh menemukan bahwa data yang dipublikasi oleh Bashe hanyalah salinan dari dokumen yang sudah ada di internet, seperti di ScribD dan pdfcoffee.
"Mari tepuk tangan untuk Bashe, grup ransomware terkocak sepanjang masa," tulis Teguh di akun X resminya, @secgron.
Sistem Operasional BRI Tetap Normal
Meskipun isu ini viral, sistem operasional dan layanan perbankan BRI tetap berjalan normal.
Nasabah masih dapat mengakses layanan seperti mobile banking tanpa kendala.
Baca Juga: Isi Waktu Liburan Anda di Ujung Aspal Wanayasa, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Tangkuban Prahu
Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa klaim ransomware terhadap BRI tidak berdasar.
Netizen pun ramai memberikan komentar pedas, baik kepada Bashe Ransomware maupun Mr Bert.
Reaksi Netizen
"Awas yang bilang hoaks dibilang buzzer sama Mr Bert," tulis akun @zeldris di X.
Beberapa netizen juga mengungkap bahwa Mr Bert menghapus unggahan terkait setelah klaimnya terbukti tidak valid.
Baca Juga: Detail Aset Saepul Bahri Binzein, Bupati Baru Purwakarta