Ekonomi Ekstraktif Indonesia Dorong Krisis Iklim, Risiko Pemanasan Global Kian Nyata

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:05 WIB
Ilustrasi Ekonomi ekstraktif berbasis fosil bikin Indonesia rawan krisis iklim. (Foto: freepik.com/bugphai)
Ilustrasi Ekonomi ekstraktif berbasis fosil bikin Indonesia rawan krisis iklim. (Foto: freepik.com/bugphai)

Namun, di sisi lain:

  • Kebakaran hutan 2015 menghanguskan jutaan hektar lahan, menimbulkan kerugian ekonomi sekitar USD 16,1 miliar.
  • Hilangnya keanekaragaman hayati mengancam ketahanan pangan jangka panjang.
  • Krisis iklim memicu cuaca ekstrem yang merugikan pertanian dan kesehatan masyarakat.
  • Dengan kondisi seperti ini, ekonomi Indonesia yang rapuh lingkungan ibarat bom waktu.

Baca Juga: Sinopsis Film Shattered (2007), Teror Menegangkan dari Pierce Brosnan!

Transisi Energi dan Green Economy Jadi Jawaban

Untuk keluar dari jebakan ekonomi ekstraktif, transisi energi ke sumber energi terbarukan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Mengurangi ketergantungan pada energi fosil seperti batu bara dan minyak akan memperlambat laju pemanasan global.

Selain itu, pembangunan green economy atau ekonomi hijau yang berfokus pada keberlanjutan bisa membawa manfaat ganda: menjaga alam sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

“Jika ekonomi masih bertumpu pada energi fosil dan ekstraksi sumber daya tanpa kendali, maka target iklim hanya akan jadi mimpi,” ujar seorang analis lingkungan.

Baca Juga: Karyawan Terjerat Pinjol, Perusahaan Ikut Dikejar Debt Collector! Bennix Bongkar Fakta Ngeri

Indonesia sedang berdiri di persimpangan sejarah: apakah tetap mempertahankan ekonomi ekstraktif berbasis fosil demi keuntungan jangka pendek, atau berani mendesain ulang sistem ekonomi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Yang jelas, tanpa perubahan radikal, dunia hanya punya 14% peluang untuk bertahan dari krisis iklim. Dan Indonesia dengan kekayaan alam yang luar biasa—akan menjadi salah satu korban terbesarnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X