• Minggu, 27 November 2022

Wisata Tanjung Piayu batam, disini Aroma Ikan Bakar Kembali Menyeruak!

- Senin, 7 November 2022 | 08:00 WIB
Wisata Tanjung Piayu, Batam
Wisata Tanjung Piayu, Batam


PURWAKARTA ONLINE, Batam - Dengan santai Willy Khoo dan Cathy Sheah memasuki kabin kapal Ferry Batam Fast yang bersandar di dermaga Pelabuhan Batam Center, Sekupang. Suami istri ini baru saja mengakhiri liburan akhir pekan mereka di Batam untuk kembali ke Singapura, pada Minggu (11/9/2022). Masing-masing membawa tas punggung ukuran sedang. Sebuah tas belanja besar ditenteng Willy.

"Isinya macam-macam. Ada mie instan, biskuit, kue lapis, manisan, ikan teri, kopi, sabun, deterjen, dan teh Prendjak titipan dari ibu mertua," kata Willy Koo, sambil tertawa. Reputasi Teh Prendjak yang diproduksi di Tanjungpinang, Bintan, dengan cita rasa Melayu, bisa menyeberang sampai Singapura dan Malaysia.

Willy dan Cathy adalah wajah orang kebanyakan di Singapura. Willy seorang pekerja konstruksi dan Cathy seorang staf pemasaran perusahaan properti. Dua anak mereka sudah mentas. Pasangan ini sesekali berakhir pekan di Batam guna melepaskan diri dari hari-hari yang melelahkan di Singapura. "Pascapandemi, kami sudah dua kali datang ke Batam dan sekali di Pantai Lagoi Bintan. Selama pandemi kami terkurung," kata Willy.

Baca Juga: Pendidikan Guru Penggerak dan Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Batam ibaratnya hanya sepelemparan batu dari Singapura. Jarak terdekat dari pantai ke pantai 20 km. Dari dermaga Tanah Merah di Harbour Bay Singapura ke Pelabuhan Batam Center di Sekupang, sejauh 25 km, hanya diperlukan waktu 55 menit bila arus laut tenang. Bisa bertambah 10 menit bila arus lautnya bergolak. Cukup singkat. Pemberangkatan dari Tanah Merah terjadi setiap jam.

Tidak heran bila Batam menjadi (salah satu) pilihan warga Singapura melewatkan akhir pekan. Dari 2,86 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Kepulauan Riau (Kepri) pada 2019, ada 68 persen (1,95 juta) dengan tujuan Batam. Dari jumlah itu, 48.5 persen ialah warga Singapura, 10,7 persen dari Malaysia, 10 persen dari Tiongkok, 5,25 persen dari India, dan selebihnya dari berbagai negara. Besarnya arus wisatawan ini relatif rata, dengan kenaikan pada Oktober–Desember.

Namun seperti kisah Willy dan Cathy, selama masa pandemi 2020 dan 2021, arus wisman ke Batam anjlok. Baru sejak Mei 2022 arus wisman kembali menguat dan dunia pariwisata Batam menggeliat. Pada April masih 8.000-an wisman yang datang, kemudian berturut-turut ke-16.700 pada Mei, lalu 39,7 ribu pada Juni, meningkat ke-57 ribu pada Juli. Pada Agustus mencapai 75 ribu dan diperkirakan sudah mendekati 90-100 ribu pada September 2022.

Baca Juga: Di Turnamen Badminton Hylo Open 2022 Jerman, Ginting Gasak Tanpa Ampun Mantan Juara Dunia!

Geliat wisman itu pun terlihat dari lalu lalang pelancong di Pantai Nongsa dan Pantai Ocrina Park di kawasan Batam Center, yang dikepung hotel-hotel berbintang dan apartemen sewaan. Kehadiran pelancong itu juga terlihat di kedai-kedai kopi, kafe, restoran, rumah makan seafood, dan tempat-tempat perbelanjaan.

Pelabuhan feri di Batam Center dan Pelabuhan Nongsa juga tampak lebih ramai dengan lalu lalang kapal dari Singapura dan Malaysia. Dari Pelabuhan Stulang Johor Bahru, ada dua atau tiga kali trip setiap hari dengan waktu tempuh 2–2,5 jam. Harga tiket SingapuraBatam (ulang alik) sekitar Sing$ 70 (sekitar Rp700 ribu). Sedangkan yang dari Pelabuhan Stulang Johor sekitar Rp800.000 (pp).

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Promosi Wisata, Selfie dan The Power of Millennials!

Selasa, 8 November 2022 | 10:00 WIB

Situ Begendit, Wisata Favorit di Garut Jawa Barat!

Senin, 7 November 2022 | 12:00 WIB

Demi Kelestarian Komodo, Pemerintah Batasi Kunjungan!

Senin, 7 November 2022 | 10:00 WIB

Wisata Danau Kaco, Mutiara Biru di Belantara Jambi!

Senin, 7 November 2022 | 06:00 WIB
X