PURWAKARTA ONLINE, Bali - Bali, pulau dewata yang kaya akan budaya, seringkali dianggap sebagai salah satu tempat dengan sistem kasta yang ketat.
Namun, benarkah demikian? Perjalanan kami ke Bali dan obrolan dengan seorang pemandu wisata, I Wayan Surata, mengungkapkan pandangan yang berbeda.
Surata menjelaskan bahwa konsep kasta di Bali sebenarnya merupakan warisan dari penjajahan Belanda, yang justru menciptakan perpecahan di masyarakat Bali.
Catur Wangsa vs Kasta, Apa Bedanya?
Menurut Surata, masyarakat Bali sebenarnya mengenal sistem yang disebut Catur Wangsa, bukan kasta. "Catur Wangsa itu horizontal, bukan turunan," jelas Surata.
Sistem ini membagi masyarakat berdasarkan profesi atau peran mereka dalam kehidupan sosial, bukan berdasarkan keturunan.
Sebagai contoh, jika seseorang menjadi pedagang atau petani, mereka disebut Sudra.
Namun, jika seseorang mendalami ilmu agama, mereka dianggap sebagai Brahmana.
Seorang abdi negara seperti lurah disebut Ksatria.
"Kalau kasta itu turunan, kalau bapaknya Ksatria, anaknya juga Ksatria," tambah Surata.
Baca Juga: Hajat Tani Kopi Purwakarta, Syukuran Petani Kopi dengan Musik Ferry Curtis dan Seni Tradisional
Sejarah Munculnya Kasta di Bali
Sejarah mencatat, kasta mulai dikenal di Bali setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit.
Pada masa itu, Bali terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil yang kemudian dikuasai oleh Belanda dengan menerapkan politik pecah belah.
Artikel Terkait
Maharani Kemala: Profil dan Biodata, Pendiri MS Glow yang Dijuluki Crazy Rich Bali
MS Glow Bubar? Maharani Kemala Tak Lagi Owner, Netizen Heboh! Cek Biodata dan Agama Sang Crazy Rich Bali
Maharani Kemala MS Glow: Alumni Pertanian Kini Crazy Rich Bali, Apa Benar MS Glow Pecah Kongsi?
Profil Maharani Kemala MS Glow, Jebolan Pertanian yang Jadi Crazy Rich Bali!
Maharani Kemala, Lulusan Pertanian yang Bertransformasi Menjadi Crazy Rich Bali dan Pendiri MS Glow
Amazing! Kekayaan Maharani Kemala: Sosok Crazy Rich Bali dengan Tujuh Perusahaan Sukses
"Perpecahan Maharani Kemala dan Shandy Purnamasari: Crazy Rich Bali Mundur dari MS Glow, Apa Dampaknya?"
Ketua BMKG Bali Respons: Hati-Hati,Potensi Gempa Megathrust 9,0 Mengancam Bali
Ketua BPBD Bali Imbau Masyarakat Waspada, Megathrust Magnitudo 9,0 Berpotensi Picu Tsunami Besar
Gempa Megathrust Bali: Ancaman Besar dari Zona Seismic Gap yang Bikin Masyarakat Waspada!