Ternyata Tidak Ada Kasta di Bali!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Jumat, 30 Agustus 2024 | 16:28 WIB
Foto berlatar Tanah Lot Bali, Pemandu Wisata I Wayan Surata menjelaskan bahwa di Bali tidak ada kasta, yang ada adalah Catur Warna yang berbeda konsep dengan sitem kasta (Purwakarta Online)
Foto berlatar Tanah Lot Bali, Pemandu Wisata I Wayan Surata menjelaskan bahwa di Bali tidak ada kasta, yang ada adalah Catur Warna yang berbeda konsep dengan sitem kasta (Purwakarta Online)

PURWAKARTA ONLINE, Bali - Bali, pulau dewata yang kaya akan budaya, seringkali dianggap sebagai salah satu tempat dengan sistem kasta yang ketat.

Namun, benarkah demikian? Perjalanan kami ke Bali dan obrolan dengan seorang pemandu wisata, I Wayan Surata, mengungkapkan pandangan yang berbeda.

Surata menjelaskan bahwa konsep kasta di Bali sebenarnya merupakan warisan dari penjajahan Belanda, yang justru menciptakan perpecahan di masyarakat Bali.

Catur Wangsa vs Kasta, Apa Bedanya?

Menurut Surata, masyarakat Bali sebenarnya mengenal sistem yang disebut Catur Wangsa, bukan kasta. "Catur Wangsa itu horizontal, bukan turunan," jelas Surata.

Sistem ini membagi masyarakat berdasarkan profesi atau peran mereka dalam kehidupan sosial, bukan berdasarkan keturunan.

Sebagai contoh, jika seseorang menjadi pedagang atau petani, mereka disebut Sudra.

Namun, jika seseorang mendalami ilmu agama, mereka dianggap sebagai Brahmana.

Seorang abdi negara seperti lurah disebut Ksatria.

"Kalau kasta itu turunan, kalau bapaknya Ksatria, anaknya juga Ksatria," tambah Surata.

Baca Juga: Hajat Tani Kopi Purwakarta, Syukuran Petani Kopi dengan Musik Ferry Curtis dan Seni Tradisional

Sejarah Munculnya Kasta di Bali

Sejarah mencatat, kasta mulai dikenal di Bali setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit.

Pada masa itu, Bali terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil yang kemudian dikuasai oleh Belanda dengan menerapkan politik pecah belah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X