Misteri Candi Cetho: Jejak Sejarah di Puncak Gunung Lawu dan Pesona Arsitektur Jawa Kuno

photo author
Febri Nugrahadi, Purwakarta Online
- Minggu, 28 Januari 2024 | 09:05 WIB
Daya Tarik Candi Cetho yang Berada di Karanganyar Jawa Tengah (Foto/Pinterest)
Daya Tarik Candi Cetho yang Berada di Karanganyar Jawa Tengah (Foto/Pinterest)

Namun, keberadaan Sabdo Palon dan Nayagenggong masih diragukan kesejarahannya.

Sumber-sumber seperti Babad Tanah Jawi hanya menceritakan kisah ini pada awal abad ke-20, sehingga validitasnya dipertanyakan.

Merunut Jejak Sejarah

Sejarah Candi Cetho menjadi semakin menarik ketika kita melihat konteks zaman.

Dibangun pada periode suram pasca-perang Paregreg Majapahit, kompleks candi ini mungkin menjadi tempat untuk meruwat negara yang sedang sekarat.

Tradisi ruwat, yang tergambar dalam ikonografi Candi Cetho, memberikan gambaran bahwa candi ini berfungsi sebagai tempat membersihkan diri dari dosa dan kemalangan.

Fenomena ini juga terkait dengan Serat Calon Arang, sebuah karya sastra yang mencerminkan harapan untuk bangkit dari masa sulit.

Baca Juga: Menyambut Harlah NU 2024: Budi Cilok, Musisi Pelestari Lingkungan Siap Tampil di Purwakarta

Gunung Lawu, tempat Candi Cetho berdiri, diyakini sebagai tempat moksa dan menjadi penting dalam keyakinan masyarakat Jawa kuna.

Meskipun terdapat kontroversi seputar klaim sejarah candi, pandangan Gunung Lawu sebagai tempat suci tetap menghadirkan daya tarik spiritual tersendiri.

Mengakhiri Perjalanan Misteri

Candi Cetho, dengan undak-undaknya yang menjulang ke puncak Gunung Lawu, mengisyaratkan tergerusnya pengaruh Hindu-Buddha dan bangkitnya agama asli Nusantara.

Tema punden berundak yang menghiasi kompleks candi ini mengingatkan kita pada masa akhir Majapahit yang dipenuhi gejolak politik dan perubahan keyakinan.

Meskipun sejarah Candi Cetho tidak terlepas dari kontroversi, penelusuran ini memperkaya wawasan kita tentang akhir masa Majapahit dan peran Gunung Lawu dalam konteks spiritual.

Baca Juga: Ahmad Anwar Nasihin, Kyai Kampung dari Liung Gunung, Kini Memimpin NU Purwakarta

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Febri Nugrahadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X