Candi Cetho adalah kompleks candi yang masih difungsikan sebagai tempat beribadah.
Saat memasuki area ini, kita akan disambut oleh dua arca kuno yang banyak dianggap berkaitan dengan kebudayaan Sumeria dan Maya.
Namun, gaya arca ini jelas mengandung nuansa Jawa yang unik.
Terdapat altar tempat pemujaan yang masih digunakan hingga sekarang di teras pertama.
Di sini, kita menemukan arca Bima yang terpenggal, yang diyakini terkait dengan kisah Bima Lukar pada masa akhir Majapahit.
Baca Juga: Sinopsis Flex X Cop: Kisah Komedi Seru Chaebol Jadi Detektif, Ahn Bo Hyun dan Park Ji Hyun Reuni!
Makna Simbolik di Setiap Teras
Setiap teras Candi Cetho menyimpan kisah dan simboliknya sendiri.
Pada teras kedua, kita menemukan simbol-simbol seperti garuda yang mengandung makna ruwat (penyucian) dan kesuburan.
Teras-teras selanjutnya menghadirkan arca kura-kura raksasa dan berbagai relief yang sulit dipahami.
Peninggalan Kontroversial
Sayangnya, sejarah Candi Cetho tidak luput dari kontroversi.
Pada tahun 1975-1976, seorang penasihat spiritual dari Orde Baru membangun ulang candi ini tanpa mempertimbangkan kaidah arkeologis.
Beberapa arca, termasuk yang dinisbatkan sebagai Brawijaya, Sabdo Palon, dan Nayagenggong, ditambahkan pada saat itu.
Baca Juga: Rincian Honor KPPS Pemilu 2024: Kenaikan Signifikan Menanti
Artikel Terkait
Flex X Cop, Beginilah Repotnya Jika Seorang Sultan Menjadi Polisi: Drakor Terbaru!
Ahn Bo Hyun Menggebrak Layar Kaca: Seru dan Lucu di Drama 'Flex X Cop' SBS!"
Sinopsis Flex X Cop: Kisah Komedi Seru Chaebol Jadi Detektif, Ahn Bo Hyun dan Park Ji Hyun Reuni!
Flex X Cop: Chaebol Tampan Jadi Polisi Dadakan, Drakor Komedi Seru yang Wajib Ditonton!
Flex X Cop: Apa Jadinya jika Anak Chaebol Manja Jadi Detektif!
Kusta Penyakit Kuno: Mencari Jalan Menuju Penghentian Penularan dan Pemberantasan
Harlah NU Ke-101: Silaturahmi Alim Ulama se-Kabupaten Purwakarta
DR Ngatawi Al-Zastrouw dari PBNU Akan Hadir di Harlah NU Ke-101: Antusiasme Tinggi Menyambut Puncak Acara di Kabupaten Purwakarta
Misteri dan Keindahan Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng!
Penjarahan Candi Dieng: Jejak Kelam Warisan Kuno yang Hilang