Misteri Candi Cetho: Jejak Sejarah di Puncak Gunung Lawu dan Pesona Arsitektur Jawa Kuno

photo author
Febri Nugrahadi, Purwakarta Online
- Minggu, 28 Januari 2024 | 09:05 WIB
Daya Tarik Candi Cetho yang Berada di Karanganyar Jawa Tengah (Foto/Pinterest)
Daya Tarik Candi Cetho yang Berada di Karanganyar Jawa Tengah (Foto/Pinterest)

Candi Cetho adalah kompleks candi yang masih difungsikan sebagai tempat beribadah.

Saat memasuki area ini, kita akan disambut oleh dua arca kuno yang banyak dianggap berkaitan dengan kebudayaan Sumeria dan Maya.

Namun, gaya arca ini jelas mengandung nuansa Jawa yang unik.

Terdapat altar tempat pemujaan yang masih digunakan hingga sekarang di teras pertama.

Di sini, kita menemukan arca Bima yang terpenggal, yang diyakini terkait dengan kisah Bima Lukar pada masa akhir Majapahit.

Baca Juga: Sinopsis Flex X Cop: Kisah Komedi Seru Chaebol Jadi Detektif, Ahn Bo Hyun dan Park Ji Hyun Reuni!

Makna Simbolik di Setiap Teras

Setiap teras Candi Cetho menyimpan kisah dan simboliknya sendiri.

Pada teras kedua, kita menemukan simbol-simbol seperti garuda yang mengandung makna ruwat (penyucian) dan kesuburan.

Teras-teras selanjutnya menghadirkan arca kura-kura raksasa dan berbagai relief yang sulit dipahami.

Peninggalan Kontroversial

Sayangnya, sejarah Candi Cetho tidak luput dari kontroversi.

Pada tahun 1975-1976, seorang penasihat spiritual dari Orde Baru membangun ulang candi ini tanpa mempertimbangkan kaidah arkeologis.

Beberapa arca, termasuk yang dinisbatkan sebagai Brawijaya, Sabdo Palon, dan Nayagenggong, ditambahkan pada saat itu.

Baca Juga: Rincian Honor KPPS Pemilu 2024: Kenaikan Signifikan Menanti

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Febri Nugrahadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X