PurwakartaOnline.com - Dataran Tinggi Dieng, dengan keindahan alamnya yang memikat dan warisan sejarahnya yang kaya, menyimpan cerita kelam yang menggetarkan.
Candi-candi kuno yang pernah berdiri megah, kini hanya menyisakan kenangan dan tanda-tanda penjarahan yang merusak kekayaan budaya bangsa.
Mari kita telusuri lebih dalam tentang penjarahan candi-candi Dieng yang melibatkan sejarah, kearifan lokal, dan hilangnya warisan budaya yang tak ternilai.
Candi-Candi Dieng: Harta Karun di Dataran Tinggi
Dataran Tinggi Dieng, terletak di Banjarnegara, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu peradaban kuno dengan kompleks candi yang mencengangkan.
Catatan sejarah oleh Thomas Stamford Raffles pada abad ke-19 mencatat adanya hampir 400 candi, membuat kompleks ini dua kali lipat Prambanan.
Namun, apa yang terjadi pada candi-candi tersebut?
Baca Juga: Harlah NU Ke-101: Silaturahmi Alim Ulama se-Kabupaten Purwakarta
Penjarahan oleh Bumiputra: Motivasi dan Dampaknya
Seiring dengan perkembangan zaman, peristiwa penting dalam sejarah Indonesia terjadi.
Perang Napoleon dan penaklukan Inggris oleh Belanda membawa Thomas Stamford Raffles ke Hindia Belanda.
Raffles mencatat secara sistematis kompleks candi Dieng, namun, sayangnya, penjarahan besar-besaran oleh bumiputra tercatat dalam sejarah.
Faktor ekonomi, kurangnya pengawasan, dan mentalitas korupsi menjadi pemicu penjarahan yang merugikan warisan budaya bangsa.
Jejak Penjarahan yang Meninggalkan Bekas
Artikel Terkait
PERSIB U-16 Berambisi Raih Kemenangan pada Laga Babak 8 Besar Elite Pro Academy Liga 1 2023/2024
PERSIB U-16 Optimis Menangkan Laga Pertama Babak 8 Besar EPA Liga 1 2023/2024
Flex X Cop, Beginilah Repotnya Jika Seorang Sultan Menjadi Polisi: Drakor Terbaru!
Ahn Bo Hyun Menggebrak Layar Kaca: Seru dan Lucu di Drama 'Flex X Cop' SBS!"
Sinopsis Flex X Cop: Kisah Komedi Seru Chaebol Jadi Detektif, Ahn Bo Hyun dan Park Ji Hyun Reuni!
Flex X Cop: Chaebol Tampan Jadi Polisi Dadakan, Drakor Komedi Seru yang Wajib Ditonton!
Flex X Cop: Apa Jadinya jika Anak Chaebol Manja Jadi Detektif!
Kusta Penyakit Kuno: Mencari Jalan Menuju Penghentian Penularan dan Pemberantasan
Harlah NU Ke-101: Silaturahmi Alim Ulama se-Kabupaten Purwakarta
DR Ngatawi Al-Zastrouw dari PBNU Akan Hadir di Harlah NU Ke-101: Antusiasme Tinggi Menyambut Puncak Acara di Kabupaten Purwakarta