Penjarahan Candi Dieng: Jejak Kelam Warisan Kuno yang Hilang

photo author
Febri Nugrahadi, Purwakarta Online
- Sabtu, 27 Januari 2024 | 19:48 WIB
Pesona Candi Dieng (Instagram/@banjarnegarakeren - KABARBUANA)
Pesona Candi Dieng (Instagram/@banjarnegarakeren - KABARBUANA)

PurwakartaOnline.com - Dataran Tinggi Dieng, dengan keindahan alamnya yang memikat dan warisan sejarahnya yang kaya, menyimpan cerita kelam yang menggetarkan.

Candi-candi kuno yang pernah berdiri megah, kini hanya menyisakan kenangan dan tanda-tanda penjarahan yang merusak kekayaan budaya bangsa.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang penjarahan candi-candi Dieng yang melibatkan sejarah, kearifan lokal, dan hilangnya warisan budaya yang tak ternilai.

Candi-Candi Dieng: Harta Karun di Dataran Tinggi

Dataran Tinggi Dieng, terletak di Banjarnegara, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu peradaban kuno dengan kompleks candi yang mencengangkan.

Catatan sejarah oleh Thomas Stamford Raffles pada abad ke-19 mencatat adanya hampir 400 candi, membuat kompleks ini dua kali lipat Prambanan.

Namun, apa yang terjadi pada candi-candi tersebut?

Baca Juga: Harlah NU Ke-101: Silaturahmi Alim Ulama se-Kabupaten Purwakarta

Penjarahan oleh Bumiputra: Motivasi dan Dampaknya

Seiring dengan perkembangan zaman, peristiwa penting dalam sejarah Indonesia terjadi.

Perang Napoleon dan penaklukan Inggris oleh Belanda membawa Thomas Stamford Raffles ke Hindia Belanda.

Raffles mencatat secara sistematis kompleks candi Dieng, namun, sayangnya, penjarahan besar-besaran oleh bumiputra tercatat dalam sejarah.

Faktor ekonomi, kurangnya pengawasan, dan mentalitas korupsi menjadi pemicu penjarahan yang merugikan warisan budaya bangsa.

Jejak Penjarahan yang Meninggalkan Bekas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Febri Nugrahadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X