Baca Juga: Motif Bunuh Diri Pratu Andi Tambaru Masih Misteri, Perlu Diselidiki Lebih Lanjut?
Kehadiran seniman kreatif dan dukungan pemerintah menjadi kunci perubahan.
Meski demikian, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, seperti koreografi, musik, dan tema pertunjukan.
Menurut penelitian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Genye belum memiliki ciri khas yang baku.
Musik pembuka dan penutup, misalnya, masih dalam tahap pengembangan.
Baca Juga: Kisah Tragis Manja Mooy dan Pratu Andi Tambaru di NTT, Cinta yang Terputus Ajal
Oleh karena itu, diperlukan upaya mendalam untuk menyempurnakan seni ini sebagai ikon Purwakarta.
Pelestarian Kesenian Genye harus melibatkan pendidikan formal dan nonformal.
Dengan cara ini, generasi muda dapat mengenal dan mencintai warisan budaya ini.
Selain itu, promosi yang konsisten dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional ini.
Baca Juga: Suzuki Nex II, Motor Matic Futuristik yang Bikin Pengendara Ketagihan!
Kesenian Genye adalah cerminan identitas Purwakarta.
Dengan inovasi yang tetap menghormati akar budaya, seni ini memiliki potensi besar untuk menjadi ikon kebanggaan lokal.
Mari bersama-sama mendukung pelestariannya agar tetap hidup dan relevan di masa depan.***