PURWAKARTA ONLINE - Penggeledahan rumah Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, di Bekasi oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (7/1/2025) menyajikan drama yang memikat perhatian publik.
Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam itu diwarnai penjagaan ketat oleh Satgas Cakra Buana PDIP dan aparat kepolisian bersenjata laras panjang.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, menjelaskan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya pengumpulan alat bukti dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan.
“Semua kegiatan ini sesuai prosedur dan kebutuhan penyidikan,” jelas Tessa.
Baca Juga: Ariel Tatum dan Abidzar Bintangi A Business Proposal, Adaptasi Webtoon Populer
KPK menyita sejumlah barang bukti, termasuk flashdisk dan buku catatan kecil yang disebut-sebut berisi informasi penting terkait Harun Masiku buronan yang hingga kini masih menjadi misteri.
Sebuah koper biru tua turut diangkut penyidik ke dalam mobil Innova hitam.
Di tengah penggeledahan, politisi PDIP melontarkan kritik keras. Juru Bicara PDIP, Chico Hakim, menyebut aksi KPK ini sebagai upaya pengalihan isu.
Chico bahkan mengaitkannya dengan laporan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang menempatkan nama Presiden Joko Widodo dalam daftar tokoh terkorup.
Baca Juga: A Business Proposal Versi Indonesia, Chemistry Ariel Tatum dan Abidzar Jadi Sorotan
Namun, KPK menepis tudingan tersebut. “KPK tetap bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh opini publik,” tegas Tessa.
Penggeledahan ini juga terkait kasus korupsi besar lainnya, yaitu penyalahgunaan fasilitas pembiayaan di LPEI yang mencatat kerugian negara hingga Rp1 triliun.
Dalam kasus ini, KPK telah menyita tiga vespa Piaggio senilai Rp1,5 miliar dan mobil Wuling seharga Rp350 juta.
Pengamanan ketat di lokasi, termasuk penjagaan oleh Satgas Cakra Buana PDIP dengan seragam hitam dan baret merah, menambah tensi suasana.