PURWAKARTA ONLINE - Kasus pemerasan yang melibatkan oknum polisi di event musik elektronik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, menggegerkan publik.
Tiga polisi telah dipecat setelah terbukti terlibat dalam aksi pemerasan terhadap penonton, termasuk warga negara Malaysia. Berikut adalah kronologi lengkap bagaimana kasus ini bermula dan perkembangan terkini.
Kronologi Kasus Pemerasan Penonton DWP 2024
Peristiwa pemerasan ini dimulai saat seorang pria asal Malaysia (26) dan temannya (27) tengah menikmati penampilan performer di DWP 2024.
Secara tiba-tiba, pria Malaysia tersebut ditarik oleh seseorang yang mengaku sebagai polisi.
Baca Juga: Harga BBM Terbaru Januari 2025: Kenaikan Harga di SPBU Indonesia, Apa Dampaknya?
Temannya yang berdiri di sampingnya menyaksikan kejadian tersebut dengan cemas.
Oknum polisi tersebut meminta paspor korban dengan alasan untuk pemeriksaan administrasi.
Dalam pemeriksaan tersebut, temannya melihat beberapa paspor milik warga negara asing lainnya yang turut disita, disertai sejumlah uang tunai. Setelah memberikan uang sebesar Rp 200.000, paspor pria Malaysia itu akhirnya dikembalikan.
Selain itu, polisi juga melakukan tes kesadaran untuk memastikan apakah korban terpengaruh alkohol.
Menariknya, ada beberapa korban lain yang juga dipersulit dalam proses pengembalian paspor mereka setelah menjalani tes urine. Hal ini menunjukkan modus pemerasan yang melibatkan sejumlah oknum petugas.
Barang Bukti Pemerasan Terungkap
Kasus pemerasan ini menjadi sorotan setelah Divisi Propam Polri mengungkapkan barang bukti yang mencengangkan.