PURWAKARTA ONLINE - Lonjakan kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di China membawa kekhawatiran global.
Virus ini menyerang saluran pernapasan, dengan gejala mirip flu berat.
Meski demikian, pakar kesehatan menegaskan bahwa HMPV berbeda dari COVID-19.
Prof. Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahwa HMPV telah ditemukan sejak 2001.
"HMPV ini bukan varian baru seperti COVID-19. Jadi, tidak bisa disamakan," katanya.
Baca Juga: Microsoft Siapkan Investasi Rp1,3 Kuadriliun untuk Pusat Data AI
Risiko Penyebaran ke Indonesia
Potensi penyebaran HMPV ke Indonesia tetap ada, terutama melalui pelaku perjalanan internasional.
Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University Australia, menilai bahwa penguatan perbatasan menjadi langkah penting.
"Surveilans di pintu masuk negara harus diperkuat. Biosurveilans di fasilitas kesehatan juga perlu ditingkatkan," tegasnya.
Pentingnya Vaksinasi Flu
Dicky juga menyarankan masyarakat untuk rutin melakukan vaksinasi flu.
"Vaksin flu efektif mencegah infeksi saluran pernapasan. Dua tahun sekali harus di-update," sarannya.
Baca Juga: Rumor Transfer Paruh Musim Liga 1 2024/2025