Peningkatan Kasus HMPV di China: Virus Musiman yang Mengancam Kesehatan Anak

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Sabtu, 4 Januari 2025 | 08:35 WIB
Ilustrasi merebaknya virus HMPV di China memicu kekhawatian negara-negara termasuk Indonesia. (Photo by CDC: https://www.pexels.com/photo/coronavirus-3992933/)
Ilustrasi merebaknya virus HMPV di China memicu kekhawatian negara-negara termasuk Indonesia. (Photo by CDC: https://www.pexels.com/photo/coronavirus-3992933/)

PURWAKARTA ONLINE - China kini menghadapi ancaman baru setelah COVID-19, yakni wabah Human Metapneumovirus (HMPV) yang menyebar cepat, terutama di wilayah utara.

Virus ini diketahui menyebabkan lonjakan kunjungan rumah sakit, khususnya untuk anak-anak di bawah usia 14 tahun.

Gejala virus HMPV ini mencakup batuk, demam, hidung tersumbat, dan mengi atau sesak nafas.

Dalam kasus parah, virus ini dapat menyebabkan bronkitis atau pneumonia, terutama pada bayi, orang lanjut usia, dan individu dengan gangguan kekebalan tubuh.

Baca Juga: Hati-hati Wabah HMPV, Ancaman Baru Setelah Pandemi COVID-19

Berdasarkan laporan CDC China, mereka dengan riwayat penyakit paru seperti asma atau PPOK berada pada risiko lebih tinggi untuk komplikasi serius.

HMPV menyebar melalui droplet atau aerosol dari batuk atau bersin, serta kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi.

Masa inkubasi virus ini berkisar antara tiga hingga lima hari, dengan durasi gejala sekitar dua hingga tujuh hari.

Penelitian menunjukkan bahwa tindakan pencegahan selama pandemi COVID-19 menekan paparan masyarakat terhadap penyakit pernapasan lain, termasuk HMPV.

Baca Juga: Virus HMPV Meningkat di China, Apa yang Harus Kita Waspadai?

Namun, setelah pembatasan dicabut, angka infeksi HMPV meningkat hingga tiga kali lipat di beberapa negara.

Pemerintah China kini memperketat protokol keseehatan, pelaporan laboratorium, dan deteksi dini.

Protokol ini melibatkan screening, isolasi, dan edukasi publik untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Meski demikian, pejabat kesehatan menegaskan bahwa situasi masih terkendali.

Meski penyebaran HMPV belum separah COVID-19, masyarakat harus tetap waspada terhadap virus ini yang dapat kesehatan anda berkuerang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X