Megawati Instruksikan Kader PDIP Tunda Retreat, Ini Alasannya!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Minggu, 23 Februari 2025 | 08:55 WIB
Megawati Soekarnoputri memberikan instruksi kepala daerah dari PDIP tidak boleh ikut retret di AKMIL Magelang. (Instagram/@lambe_turah)
Megawati Soekarnoputri memberikan instruksi kepala daerah dari PDIP tidak boleh ikut retret di AKMIL Magelang. (Instagram/@lambe_turah)

PURWAKARTA ONLINE, Solo – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader partainya yang baru saja dilantik menjadi kepala daerah untuk menunda keikutsertaan dalam retreat pemerintah yang diadakan di Magelang, Jawa Tengah.

Instruksi ini dikeluarkan menyusul penahanan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (20/2).

FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPC PDIP Solo, menegaskan bahwa instruksi ini tidak mencerminkan adanya masalah antara Megawati dan Presiden RI Prabowo Subianto.

"Oh, beda. Perintahnya itu bukan masalah antara Mbak Mega dengan Pak Prabowo," kata Rudy saat ditemui di acara serah terima jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo di Kantor DPRD, Jumat (21/2).

Baca Juga: Wajib Tahu! Begini Cara Cek Pajak Kendaraan Online di Purwakarta, Cuma 5 Menit!

Rudy menjelaskan bahwa keputusan untuk menunda keikutsertaan dalam retreat tersebut lebih berkaitan dengan kondisi psikologis kader PDIP pasca penahanan Hasto.

"Menurut saya penundaan retreat itu adalah pertimbangan tersendiri dari Mbak Mega. Paling tidak pertimbangan psikologis," ujarnya.

"Karena Sekjen Partai [PDIP] ditahan KPK, suka tidak suka beban moralnya ada. Pasti enggak enak ketemu teman dari kader partai lain," tambah Rudy.

Instruksi resmi dari DPP PDIP tertuang dalam surat bernomor 7294/IN/DPP/II 2025 yang ditandatangani Megawati pada 20 Februari 2025.

Baca Juga: Tol Cipularang Purwakarta, Fakta Banyaknya Kecelakaan dan Mitos Tumbal yang Menyeramkan!

Surat tersebut memerintahkan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP untuk menunda perjalanan ke Magelang pada 21-28 Februari 2025.

"Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum," demikian bunyi instruksi tersebut.

Meskipun demikian, beberapa kader PDIP dilaporkan tetap mengikuti agenda retreat tersebut, mengabaikan instruksi dari Ketua Umum partainya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kesolidan internal partai dan sejauh mana instruksi Megawati dipatuhi oleh seluruh kader.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X