Irjen Karyoto mencopot 34 anggota dari satuan reserse narkoba Polda Metro Jaya.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap skandal pemerasan.
Mutasi besar-besaran ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Surat Telegram ST/429/XII/KEP.2024 menjadi dasar hukum mutasi ini.
Perwira hingga bintara dipindahkan sebagai bagian dari upaya reformasi struktural.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak main-main dalam menindak pelanggaran,” tegas Karyoto.
Baca Juga: Kluster Kopi Pusakamulya Dapat Suntikan Semangat dari BRI Purwakarta
Dampak Skandal pada Kepercayaan Publik
Kasus ini mencoreng wajah Polri di mata masyarakat.
Dugaan pemerasan terhadap 45 warga Malaysia dengan barang bukti Rp2,5 miliar menjadi tamparan keras bagi institusi hukum ini.
Tidak hanya itu, skandal ini juga menjadi ujian besar bagi Divisi Propam Polri dalam menjalankan fungsi pengawasan internal.
Publik berharap langkah bersih-bersih ini bukan sekadar formalitas.
Baca Juga: Modus Nyamar Jadi Gelandangan, Kakak Adik Asal Bandung Gasak Rumah Kosong di Purwakarta
Reformasi Polri harus mampu menghasilkan perubahan nyata demi memulihkan citra institusi di mata masyarakat.***
Artikel Terkait
Kredit Motor, Apakah Termasuk Riba?
Suzuki Nex II, Motor Matic Futuristik yang Bikin Pengendara Ketagihan!
Lamborghini Cetak Rekor Baru di 2024!
Tunggu 2025! GR Supra GT4 EVO2, Mobil Balap Teknologi Canggih
Pindad Maung Garuda MV3 vs SsangYong Rexton D-Cab 2024, Siapa Lebih Unggul?
Moto Guzzi Stelvio, Petualangan Modern dengan Teknologi Mutakhir
New Honda Scoopy 2024: Skutik Unik dan Fashionable Siap Jadi Pusat Perhatian!
Fitur Baru Honda PCX 160 Terbaru 2024 yang Canggih dan Elegan
3 Varian Honda PCX 160 2024, Mana yang Cocok untuk Anda?
Kenapa Honda PCX 160 Terbaru Cocok untuk Anda?