PURWAKARTA ONLINE, Aceh - Kamis, 29 Agustus 2024, adalah hari penting bagi Muzakir Manaf (Mualem) dan pasangannya, Fadhlullah (Dek Fadh), ketika mereka resmi mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Aceh.
Namun, acara tersebut kemudian menjadi sorotan publik dan media karena sebuah pernyataan yang menuai kontroversi.
Mualem, dalam konferensi pers setelah pendaftaran di kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, mengungkapkan komitmennya dengan kalimat yang tidak biasa: "Jika kita terpilih nanti Insya Allah, kita akan bangun pengangguran semaksimal mungkin akan kita tekankan."
Pernyataan ini langsung menarik perhatian dan memicu reaksi dari berbagai pihak.
Baca Juga: Ternyata Tidak Ada Kasta di Bali!
Klarifikasi dari Bapilu Partai Aceh
Wakil Ketua Bapilu DPA Partai Aceh, Faisal Rizal Hasan, segera melakukan klarifikasi terkait pernyataan tersebut.
Menurut Faisal, apa yang disampaikan oleh Mualem adalah sebuah kesalahan dalam penyampaian, bukan maksud sebenarnya.
Faisal menjelaskan bahwa maksud Mualem adalah untuk menekankan upaya menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh, bukan malah "membangun" pengangguran.
"Bahwasanya, yang dikutip dari pernyataan Mualem tentang 'meningkatkan' pengangguran mohon untuk tidak dipelintir," ujar Faisal.
Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut bisa jadi merupakan hasil dari kelelahan dan kondisi padatnya massa saat acara pendaftaran, yang menyebabkan adanya kesalahan dalam membaca teks.
Faisal juga mengungkapkan bahwa Mualem berkomitmen untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Aceh dengan upaya yang lebih serius jika terpilih.
Menurutnya, maksud dari Mualem adalah untuk mengurangi, bukan meningkatkan, masalah pengangguran yang sudah menjadi isu serius di Aceh.
Artikel Terkait
Beberapa LSM Bantu Amankan Pendaftaran Binzein dan Bang Jo ke KPU Purwakarta
Menantu Sombongkan Fasilitas, Pejabat Tinggi se-Indonesia Ketar-Ketir!
Dokter Aulia (PPDS) Mati Tragis, Sungguh Ironis Sang Ayah Menyusul!
Jelita Jeje Bela Erina Gudono, Terkuaklah Fakta Gratifikasi Para Pejabat Selama ini
Kronologi Kematian Dokter Aulia Akibat Bullying: Indikasi Perundungan Muncul dari Buku Harian
Jelita Jeje Patut Diapresiasi, Berani Bongkar Kebiasaan Gratifikasi Pejabat
Tragis! Kematian Dokter Aulia Akibat Bullying: Perjalanan Hidup yang Berakhir Tragis di Kos Semarang
Tragis! Kematian Dokter Aulia Akibat Bullying: Bukti Baru Lewat Rekaman
Memilukan Semua Orang, Pesan Dokter Aulia Risma untuk Sang Ayah: "Sakit, Pah"
Jelita Jeje Ungkap Kebiasaan Gratifikasi Mertuanya, Pejabat Tinggi Ketar-Ketir