Muzakir Manaf, Janji Bangun Pengangguran Jika Terpilih Jadi Gubernur Aceh!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Sabtu, 31 Agustus 2024 | 07:10 WIB
Calon Gubernur Muzakir Manaf janji akan bangun pengangguran di Aceh (Instagram/@muzakirmanaf1964)
Calon Gubernur Muzakir Manaf janji akan bangun pengangguran di Aceh (Instagram/@muzakirmanaf1964)

PURWAKARTA ONLINE, Aceh - Pada Kamis, 29 Agustus 2024, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, memicu kontroversi dalam konferensi pers setelah mendaftar sebagai calon Gubernur Aceh.

Pernyataan yang disampaikannya—"Jika kita terpilih nanti Insya Allah, kita akan bangun pengangguran semaksimal mungkin akan kita tekankan"—segera menjadi sorotan media dan warganet.

Kalimat ini tampaknya mengindikasikan bahwa Mualem berencana untuk "membangun" pengangguran, yang jelas berlawanan dengan maksud awalnya untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh.

Klarifikasi dari Faisal Rizal Hasan

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua Bapilu DPA Partai Aceh, Faisal Rizal Hasan, segera memberikan klarifikasi.

Baca Juga: Ternyata Tidak Ada Kasta di Bali!

Faisal menjelaskan bahwa pernyataan Mualem seharusnya dibaca sebagai upaya untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, bukan malah meningkatkannya.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui WhatsApp pada 30 Agustus 2024, Faisal menegaskan bahwa kesalahan dalam pernyataan tersebut lebih merupakan masalah teknis dan bukan refleksi dari tujuan politik Mualem.

"Kita semua paham bahwa apa yang ingin disampaikan oleh Mualem adalah upaya untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Kesalahan ini mungkin disebabkan oleh kondisi lelah dan banyaknya massa saat itu," ujar Faisal.

Ia meminta agar masyarakat tidak memutarbalikkan pernyataan Mualem dan memahami konteksnya secara utuh.

Baca Juga: Hajat Tani Kopi Pusakamulya 2024: Nikmati Kopi Arabika di Tengah Alam Asri, Musik Tradisional, dan Diskusi Kopi

Konteks Ekonomi dan "Pembangunan Pengangguran"

Pernyataan Mualem menyoroti tantangan komunikasi politik dan bagaimana satu kalimat dapat mengubah persepsi publik.

Dalam konteks ekonomi, istilah "pembangunan pengangguran" yang disinggung dalam pernyataan Mualem sebenarnya tidak memiliki dasar teori yang sah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X