PURWAKARTA ONLINE - Semarang, Kasus kematian tragis dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), yang diduga mengakhiri hidup akibat perundungan, masih menyisakan duka mendalam.
Seiring waktu, isu perundungan yang dituding menjadi penyebab utama kematian dokter Aulia terus menyeruak dan memicu keprihatinan banyak pihak. Namun, pihak Universitas Diponegoro membantah keras tudingan tersebut.
Korban Overdosis Obat Anestesi
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh Polrestabes Semarang, dokter Aulia dipastikan meninggal dunia akibat overdosis obat Roculax, sejenis obat anestesi peregang otot yang biasa digunakan dalam tindakan operasi.
Penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa korban menyuntikkan obat penenang ke dalam tubuhnya sebelum akhirnya kehilangan nyawa.
Meski penyebab kematian sudah dipastikan, dugaan adanya perundungan yang dialami korban selama menjalani program pendidikan spesialisnya menjadi sorotan utama.
Dalam perkembangan terbaru, pihak kepolisian menemukan sebuah buku catatan harian milik dokter Aulia. Di dalamnya, dokter Aulia mencurahkan segala kesulitannya selama menjalani pendidikan kedokteran.
Di antara keluhan tersebut, terdapat beberapa catatan tentang perlakuan senior-seniornya yang disebut membuatnya merasa tertekan.
Meski begitu, hingga saat ini, polisi mengaku belum menemukan bukti konkret yang mengarah pada tindakan perundungan yang dialami korban.
Baca Juga: Diduga Bully Dokter Aulia Risma Lestari, dr. Prathita Amanda Aryani: Sampah Kalian!
Universitas Diponegoro, sebagai institusi tempat dokter Aulia menempuh pendidikan, dengan tegas membantah adanya perundungan yang dilakukan oleh para senior terhadap korban.
Pihak kampus menyatakan bahwa mereka masih terus mendalami dugaan tersebut, namun belum ada indikasi kuat yang mengarah pada kesimpulan adanya perundungan yang menyebabkan dokter Aulia memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Keluarga Yakin Ada Perundungan
Artikel Terkait
Sikapi Perombakan Kabinet Jokowi, PDIP Tegas: Tak Bisa Diintimidasi, Tak Bisa Dibeli!
Profil Hasan Basri Sagala: Sosok Tangguh di Balik Pilgub Sumut 2024, Karier Politik dan Pengaruhnya di NU
Hasan Basri Sagala: Tenaga Ahli Menteri Agama, Kini Menuju Pilgub Sumut 2024
Hasan Basri Sagala: Tokoh Kunci Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2024, Apa yang Membuatnya Istimewa?
Hasan Basri Sagala: Kader NU Pilihan Edy Rahmayadi sebagai Cawagub Sumut 2024, Siap Membawa Perubahan!
Jelita Jeje: Pengusaha Berebut Fasilitas untuk Pejabat!
Jeda Liga 1 2024/2025: Tyronne del Pino Manfaatkan Waktu Libur untuk Keluarga dan Persiapan Menghadapi PSM Makassar
PERSIB dan Asosiasi PSSI Kota Bandung Gelar Seleksi Pemain untuk Tim Elite Pro Academy 2024/2025
Jeda Kompetisi Liga 1 2024/2025: Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, Manfaatkan Libur untuk Evaluasi dan Pemulihan Cedera
AFC Champions League Two 2024/2025 PERSIB Bandnug: Tergabung di Grup F Bersama Zhejiang FC, Port FC, dan Lion City Sailors