Kaesang Gagal Bawa PSI Masuk Senayan, Padahal Seret 'Jokowi' dalam Kampanye!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Jumat, 22 Maret 2024 | 20:19 WIB
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep (pilihanindonesia)
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep (pilihanindonesia)

Purwakarta Online - Pemilu 2024 telah berlalu dengan sejumlah catatan pahit bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Meski memiliki dukungan yang tidak sedikit, partai yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep ini harus menghadapi kenyataan pahit tak berhasil menembus Senayan.

Dibalik laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) yang mencapai angka fantastis, PSI harus puas berada di luar pagar gedung legislatif.

Dari data yang dihimpun, PSI menorehkan capaian penerimaan dan pengeluaran tertinggi ke-3 dengan LPPDK mencapai Rp 80 miliar.

Baca Juga: Percuma Habis Rp80 M, Partai Kaesang Tak Lolos Senayan!

Meski demikian, hal itu tidak cukup untuk membawa partai tersebut melewati ambang batas parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen.

Dengan hanya meraih 2,81 persen dari total suara sah nasional, PSI harus rela menepi dari panggung politik pusat.

Salah satu momen menarik dalam kampanye PSI adalah penggunaan nama Jokowi, Presiden Joko Widodo, yang diharapkan menjadi magnet pemilih.

Namun, upaya tersebut tidak membawa hasil sesuai harapan.

Baca Juga: Keadaan Masa Kerajaan Majapahit: Memahami Fondasi Ekonomi yang Kuat di Balik Kekuasaan

Meski begitu, Kaesang Pangarep, sang ketua umum PSI, menanggapinya dengan kedewasaan politik yang patut diapresiasi.

"Proses ini menjadi pembelajaran bagi PSI untuk lebih matang dalam berpolitik dan berkembang ke arah yang lebih baik," ujar Kaesang Pangarep dalam konferensi pers di Basecamp DPP PSI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 21 Maret 2024.

Meski gagal mencapai kursi di Senayan, Kaesang menyatakan sikap positifnya atas keputusan pemilih.

"Saya sebagai ketua umum enggak masalah. Ini namanya politik kita harus siap menang, siap kalah. Dan ini menjadi hal yang biasa sekali kalo kita mengeluarkan sebuah anggaran, hal yang biasa," tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X