• Rabu, 30 November 2022

Bahaya, Jejak Digital Bisa jadi Pertimbangan dalam Melamar Pekerjaan!

- Minggu, 5 Juni 2022 | 19:59 WIB
Hati-hati dengan Jejak digital karena bisa jadi bukti dan menggambarkan diri kita (YouTube.com/GadgetIn)
Hati-hati dengan Jejak digital karena bisa jadi bukti dan menggambarkan diri kita (YouTube.com/GadgetIn)

Purwakarta Online - Jejak digital adalah sebuah rekam digital yang tertinggal dari postingan, komentar, email, data profil dan sebagainya yang tersimpan di dunia maya.

Netizen yang menghujat atau berkomentar pedas di media sosial, juga memposting konten-konten hoax dan info yang tidak valid juga dapat meninggalkan jejak digital.

Dewasa ini, mayoritas orang berasumsi apa yang terjadi pada seseorang di media sosial (Medsos) merupakan jati diri mereka sebenarnya.

Mudahnya informasi yang berkeliaran di media sosial dapat menjadi pemicu perdebatan, namun perlu diketahui apabila menemukan sebuah infomasi yang penting perlu ditelusuri ulang kebenarannya.

Baca Juga: Tiket masuk Borobudur naik, pengelola akhirnya beri penjelasan!

Sebelum menuliskan komentar pedas atau memposting ulang informasi yang kebenarannya belum diuji karena hal tersebut dapat menjadi rekam jejak seseorang dan berkemungkinan menjadi bumerang ketika rekrutmen perusahaan melakukan pengecekan jejak digital.

Dikutip PurwakartaOnline.com dari Pikiran Rakyat, Hati-hati, Jejak Digital Jadi Bahan Pertimbangan Rekrutmen Karyawan

Berdasarkan data tahun 2021, sebanyak 70% perusahaan melakukan penelitian online saat merekrut pegawai dan 66% melihat jejak digital di Facebook. Kemudian, 70% manajer menolak kandidat berdasarkan informasi yang didapatkan dari online.

Sebanyak 85% manajer dipengaruhi jejak digital positif saat mengambil keputusan. Di dunia Pendidikan, sekitar 38% jejak digital negatif tutup peluang masuk perguruan tinggi pilihan, dan 33% perguruan tinggi meneliti jejak digital calon mahasiswa.

Pengguna internet di Indonesia saat ini sekitar 202 juta orang yang berarti 73,7% dari jumlah penduduk Indonesia yang 270-an juta dengan jumlah generasi Z (1997-2012) atau generasi digital mencapai 27,94% dari total penduduk Indonesia.

Halaman:

Editor: Febri Nugrahadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mobil Honda WRV 2022, Ternyata Cuma Rp271 Jutaan!

Kamis, 3 November 2022 | 04:00 WIB

Harga Samsung Galaxy z Flip 4 di Indonesia

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Penyebab sinyal TRI hilang tiba-tiba hari ini!

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:36 WIB

Cara mudah MP3 Juice Download

Sabtu, 18 Juni 2022 | 09:30 WIB

Realme GT Neo 3 150W Edisi NARUTO!

Kamis, 9 Juni 2022 | 04:45 WIB

iOS 16 di iPhone 8? Bisa!

Rabu, 8 Juni 2022 | 15:30 WIB
X