Advantest Corp (Jepang): Turun 7,8%
Perang Dagang: Ketidakpastian Global Meningkat
Pembatasan ekspor chip ini bukan hanya urusan perdagangan, melainkan strategi geopolitik untuk menghambat kemajuan teknologi China.
Baca Juga: CEO NVIDIA Jensen Huang Temui DeepSeek dan Wakil PM China di Tengah Ketegangan Dagang
Para analis memperingatkan bahwa ketergantungan pada chip Nvidia, terutama di sektor AI, bisa menjadi kelemahan bagi raksasa teknologi Asia.
Ekonom global juga menyesuaikan kembali proyeksi pertumbuhan PDB karena ketidakpastian rantai pasok yang makin meluas.
China Mendorong Kemandirian Teknologi
Meskipun terdampak, sejumlah perusahaan semikonduktor China justru menunjukkan pertumbuhan.
Saham Hua Hong Semiconductor naik 6,6% di Hong Kong dan Advanced Micro-Fabrication Equipment Inc. naik 2,1% di Shanghai.
Analis menilai larangan chip Nvidia bisa menjadi pemicu akselerasi pengembangan chip AI lokal. Meski belum sekuat produk AS, inovasi di China tetap berkembang pesat.
Kesimpulan: Risiko Tinggi, Potensi Reposisi Global
Konflik ini menjadi pengingat bahwa ketegangan antara AS dan China masih menjadi risiko utama bagi sektor teknologi.
Baca Juga: Nvidia Kritik Pembatasan Ekspor Chip AS, Tegaskan Pentingnya Pasar China
Ketergantungan pada teknologi tertentu, seperti chip AI, membuka peluang reposisi dalam peta industri global.
Pemain global seperti Microsoft, Meta, hingga Baidu dan Alibaba, kemungkinan akan mulai mengkaji ulang strategi rantai pasok mereka di tengah kebijakan ekspor yang semakin ketat.***
Artikel Terkait
NVIDIA Research: Inovasi AI, Grafis Generatif, dan Chip Modern yang Mengubah Dunia Teknologi
Nvidia Terancam Rugi Rp92 Triliun Akibat Pembatasan Ekspor Chip AI ke China
Saham Nvidia Anjlok 25% YTD: Tekanan Bearish Kian Kuat di Bawah EMA Kunci
Nvidia Kritik Pembatasan Ekspor Chip AS, Tegaskan Pentingnya Pasar China
CEO NVIDIA Jensen Huang Temui DeepSeek dan Wakil PM China di Tengah Ketegangan Dagang
Saham UnitedHealth dan Nvidia Jatuh, Ketidakpastian Pasar AS Kian Meningkat