ragam

Aksi SP 88 di Purwakarta, Dari Sabotase hingga Propaganda Melawan Penjajah Belanda

Kamis, 30 Januari 2025 | 10:00 WIB
Darja dan Uswata, dua pentolan pejuang dari Satoean Pemberontak 88 (SP 88) Purwakarta. (Foto restorasi: Urang Purwakarta)

PURWAKARTA ONLINE - SP 88 (Satoean Pemberontak 88) adalah salah satu kelompok gerilya yang paling ditakuti Belanda.

Dibentuk pada 1 Februari 1948, kelompok ini lahir dari Field Preparation Barisan Hitam (FPBH) yang berubah nama untuk menyamarkan afiliasi mereka dengan TNI.

Di bawah pimpinan Letnan Kolonel Oesman Soemantri, SP 88 menjadi tulang punggung perlawanan di Purwakarta saat Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah.

Mereka terkenal dengan taktik cepat dan rahasia, sesuai moto mereka, "Datang seperti angin, pergi pun laksana angin."

Baca Juga: Salah Kaprah Ucapan Gong Xi Fa Cai, Ketahui Makna Sebenarnya

Salah satu aksi terkenal mereka terjadi pada 22 Oktober 1948.

SP 88 membongkar rel kereta api di Bendul, Purwakarta, yang mengakibatkan kereta logistik Belanda terguling.

Serangan ini menewaskan 8 tentara Belanda dan melukai 23 lainnya.

Serangan ini juga menegaskan bahwa perjuangan rakyat Jawa Barat masih berlanjut meskipun Divisi Siliwangi telah hijrah.

Baca Juga: Jennie BLACKPINK Menuju Album Solo 'Ruby Luncurkan Single 'ZEN', Akan Rilis Bulan-bulan Ini!

Selain sabotase, SP 88 juga melakukan operasi propaganda.

Mereka memasang bendera merah putih di Purwakarta, mencoret tembok dengan slogan perjuangan, dan menempelkan poster ancaman terhadap mata-mata Belanda.

Menurut Gar Soepangat, mantan anggota SP 88, aksi ini sering dilakukan tengah malam untuk menghindari patroli Belanda.

Intelijen Belanda akhirnya menangkap beberapa anggota SP 88, termasuk Uswata bin Asman dan Darja bin Sarta.

Halaman:

Tags

Terkini